Jumat, 19 Jan 2018 14:35 WIB

Tunjuk Menteri Baru, Inggris Punya Kementerian Kesepian

Firdaus Anwar - detikHealth
Kesepian dianggap sebagai masalah yang serius di Inggris. (Foto: Thinkstock) Kesepian dianggap sebagai masalah yang serius di Inggris. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Perdana Menteri Inggris Raya Theresa May baru saja menunjuk seorang menteri untuk menghadapi masalah kesepian di kalangan masyarakat. May menyebutnya sebagai realitas menyedihkan hidup di zaman modern.

Pembentukan Kementerian Kesepian ini menyusul laporan komisi nasional tahun 2017 yang melihat sekitar 9 juta warga Inggris sering merasa sedih karena kesepian. May ingin segera ada aksi dari pemerintah mencegahnya agar tidak menjadi beban masalah kesehatan mental.

Baca juga: Bagi Kesehatan, Efek Kesepian Sama 'Mematikannya' dengan Merokok

"Saya ingin menghadapi masalah di masyarakat ini dan agar kita semua mengambil tindakan melihat masalah kesepian yang dihadapi oleh para lansia, perawat, mereka yang kehilangan orang-orang terkasih, dan yang tidak punya siapa pun untuk berbagi cerita," kata May seperti dikutip dari Time, Jumat (19/1/2018).

Dokter sudah lama mengingatkan bahwa isolasi sosial saat ini merupakan masalah yang terus berkembang. Ada beberapa studi yang melihat kesepian bisa berkontribusi terhadap peningkatan risiko sakit jantung, diabetes, kanker, dan tentu gangguan kesehatan jiwa.

"Bahkan ada studi yang menyebut kesepian dampaknya bisa lebih buruk dari merokok 15 batang sehari," kata Mark Robinson dari Age UK.

Inggris diketahui bukan satu-satunya negara yang memiliki kementerian khusus untuk menghadapi masalah kesehatan mental warga. Uni Emirat Arab dan India contohnya juga dilaporkan memiliki kementerian untuk kebahagiaan.

Baca juga: Terkadang Bahagia Itu Sesimpel Tidur Siang Setengah Jam Saja (fds/up)
News Feed