Jumat, 26 Jan 2018 11:35 WIB

Peneliti Ungkap Misteri Penyakit Kuno yang Hampir Musnahkan Meksiko

Firdaus Anwar - detikHealth
Bakteri Salmonella di bawah mikroskop. (Foto: BSIP/UIG Via Getty Images)
Jakarta - Pada tahun 1576 di daerah Guatemala, Meksiko, bahkan hingga Peru menyebar epidemi penyakit misterius bernama cocoliztli yang membunuh jutaan orang. Diperkirakan saat itu sekitar 80 persen populasi musnah dan peneliti masih berusaha mencari tahu penyebabnya.

Studi paling baru yang dilaporkan dalam jurnal Nature melihat ada jejak bukti genetik bakteri Salmonella pada 10 kerangka korban epidemi cocoliztli. Bakteri ini di zaman modern merupakan penyebab utama penyakit demam tifus.

Baca juga: Beragam Penyakit Kuno yang Kembali Mewabah Selain Difteri

"Cocoliztli adalah epidemi misterius bersejarah yang selama bertahun-tahun banyak orang berspekulasi tentang penyebabnya. Ini adalah pertama kalinya DNA kuno berhasil dipakai untuk mengindentifikasi patogen kandidat," kata salah satu peneliti Kirsten Bos dari Max Planck Institute for the Science of Human History.

"Kami masih belum bisa mengatakan pasti bahwa bakteri ini yang menyebabkan epidemi," lanjutnya.

Ketika wabah cocoliztli sedang berada pada puncaknya, dampak penyakit tersebut begitu hebat sampai masyarakat harus memindahkan kota mereka ke lembah. Kota lama Teposcolula-Yucundaa ditinggalkan selama ratusan tahun tak tersentuh sampai peneliti modern kembali untuk melakukan riset.

Menurut peneliti mencari penyebab kematian pada korban wabah lebih sulit karena patogen tidak meninggalkan bekas di tubuh. Ini karena kecenderungan penyakit memakan korban jiwa dengan cepat sebelum tulang mengalami semacam kecacatan.

Baca juga: 4 Penyakit Ini Diketahui Sudah Ada Sejak Zaman Kuno (fds/up)