Jumat, 26 Jan 2018 19:47 WIB

Tak Cukup Hanya Kurangi Rokok, Harus Berhenti Total untuk Hindari Penyakit

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Efek munculnya penyakit kronis yang dipicu kebiasaan merokok memang tidak langsung terasa. Namun risikonya sudah terlihat meski hanya satu batang saja yang dihisap. Foto: thinkstock Efek munculnya penyakit kronis yang dipicu kebiasaan merokok memang tidak langsung terasa. Namun risikonya sudah terlihat meski hanya satu batang saja yang dihisap. Foto: thinkstock
Jakarta - Efek munculnya penyakit kronis yang dipicu kebiasaan merokok memang tidak langsung terasa. Namun risikonya sudah terlihat meski hanya satu batang saja yang dihisap.

Hal ini dikemukakan sebuah penelitian berskala besar yang dilakukan University College London. Menurut peneliti, pria yang merokok masih berpeluang 48 persen lebih tinggi untuk mengidap penyakit jantung koroner dan 25 persen untuk stroke, meski hanya menghisap satu batang saja.

Bahkan pada wanita, risikonya bisa lebih tinggi, yaitu 57 persen untuk penyakit jantung koroner dan 31 persen untuk stroke.

Kesimpulan ini diperoleh peneliti setelah mengamati 141 studi yang mengindikasikan bahwa pada orang dengan kebiasaan menghisap 20 batang rokok/hari akan mengakibatkan 7 kasus serangan jantung dan stroke pada 100 orang berusia paruh baya.

Namun jika jatah rokoknya dikurangi menjadi satu batang/hari, tercatat tiga kasus serangan jantung tetap terjadi.

Baca juga: Studi: Cukup Coba Satu Rokok dapat Membuat Seseorang Kecanduan

Peneliti Prof Allan Hackshaw dari UCL Cancer Institute menjelaskan adanya tren penurunan rokok pada perokok berat belakangan memang terjadi, karena mereka pikir dengan begini bahaya rokok bagi tubuh akan berkurang.

"Namun untuk penyakit jantung, ini tidak berpengaruh," tegasnya seperti dilaporkan BBC.

Allan menambahkan kasus semacam ini mungkin bisa berlaku untuk mengurangi risiko kanker paru-paru. Namun pada pria yang merokok satu batang sehari, tetap terjadi penambahan risiko penyakit jantung sebesar 46 persen dan 41 persen stroke, dibandingkan dengan yang merokok 20 batang/hari. Sedangkan bagi wanita, penambahan risikonya mencapai 31 persen untuk penyakit jantung dan 34 persen untuk stroke.

Dengan kata lain, tidak ada level aman untuk merokok agar bisa terhindar dari penyakit jantung. "Jadi harus berhenti sepenuhnya, bukan hanya mengurangi jatahnya," tambah Allan.

Hal ini didukung Martin Dockrell dari Public Health England yang mengatakan bahwa studi ini menambah bukti jika mengurangi jatah rokok menjadi satu batang perhari saja masih menimbulkan risiko yang signifikan bagi kesehatan jantung.

"Memang cara yang terbaik dan paling aman adalah berhenti sepenuhnya," tutupnya.

Baca juga: Studi: Hanya dengan Hisap 15 Batang Rokok Sudah Bisa Merusak DNA (lll/up)