Sabtu, 27 Jan 2018 14:39 WIB

Korban Mengunggah Kasus Pelecehan ke Medsos, Ini Kata Psikolog

Widiya Wiyanti - detikHealth
Korban pelecehan yang unggah ke media sosial disebut memiliki keberanian dan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Foto: Istimewa
Jakarta - Viralnya video pengakuan korban pelecehan oleh perawat pria di National Hospital Surabaya membuat polisi menindak tegas kasus tersebut. Diakui oleh pihak korban bahwa video itu memang sengaja direkam dan diunggah ke media sosial.

"Mendengar pengakuan istri saya seperti itu, sebenarnya saya emosi. Kudu bonek ae. Tapi saya nggak boleh begitu. Saya advokat profesional," kata suami korban, Yudi, dikutip dari detikNews.

Baca juga: Ini Alasan Suami Korban Pelecehan Perawat Unggah Video ke Medsos

Menanggapi video yang beredar luas tersebut, psikolog Ratih Zulhaqqi, M.Psi mengaku sedikit terkejut karena video tesebut diunggah langsung oleh korban. Ia menuturkan bahwa korban memiliki keberanian yang cukup tinggi.

"Sebenarnya tingkat agresifitasnya tinggi. Agresifitas itu nggak hanya negatif ya, maksudnya lebih berani," ujarnya kepada detikHealth, Sabtu (27/1/2018).

Ratih mengatakan bahwa keberanian korban mengunggah kasusnya tersebut memiliki sifat yang cukup ekspresif dalam menunjukkan sesuatu dan memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi.

Baca juga: Pasien Pelecehan oleh Perawat Pria Bisa Saja Alami Gangguan Psikis

"Percaya dirinya tinggi, ekspresif, dia nggak mau situasi yang nggak nyaman itu dirasakan orang lain," tambah Ratih.

Namun Ratih mengatakan bahwa mengunggah kasus tersebut ke media sosial berisiko untuk korban. Bisa saja korban mengalami rasa rendah diri, malu, serta menarik diri dari sosialnya. Meski demikian kadangkala tindakan ekstrem seperti ini diperlukan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Baca juga: Pasien Korban Pelecehan Seksual Bisa Mengalami PTSD, Apa Itu?


(wdw/lll)