Senin, 29 Jan 2018 14:30 WIB

Waduh, Wanita Kota Makin Banyak yang Pilih Kontrasepsi Tradisional

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Angka wanita yang memilih kontrasepsi tradisional mengalami kenaikan. Foto: Thinkstock
Jakarta - Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 cukup menggambarkan masalah yang tengah dihadapi masyarakat. Salah satu hal menarik yang dibahas yakni adanya peningkatan penggunaan kontrasepsi tradisional dibandingkan pemakaian alat kontrasepsi modern oleh wanita yang tinggal di perkotaan. Penggunaan cara tradisional yang dimaksud adalah melakukan senggama terputus atau menggunakan perhitungan kalender.

Berdasarkan data, di tahun 2012 untuk masalah pengaplikasian cara tradisional berada di angka 5,1, akan tetapi di tahun 2017 angka ini mengalami penaikan menjadi 8,0 untuk masyarakat di perdesaan. Jika dibandingkan dengan perdesaan angkanya justru masih di bawahnya dengan hasil 4,9 pada tahun 2017.

"Dari hasil survei yang ada, adanya penurunan penggunaan kontrasepsi modern dan meningkatnya penggunaan kontrasepsi tradisional. Kita ingin menggali lebih dalam di balik angka tersebut apa yang terjadi," ujar Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN Dwi Listyawardani di sela acara 'Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Kependudukan', Senin (29/1/2018), Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Untuk soal penyebab, Dwi menjelaskan hal ini masih dalam proses pendalaman. Akan tetapi untuk dugaan sementara masalah ini muncul di tengah imigran di perkotaan.

Baca juga: Tak Cuma di Desa, Mitos tentang Kontrasepsi pun Eksis di Kota

"Ini mau diteliti karena ini baru hasil survei dasar. Kita belum tau penyebabnya apa, tapi bisa jadi kan ditengarai di perkotaan, di kelompok pendidikan rendah, kami mencurigai bahwa itu di daerah miskin perkotaan. Jadi imigran banyak yang datang, penduduk mobile, bisa jadi karena akses pelayanan KB-nya kurang," jelas Dwi.

Masih menurut Dwi, sebenarnya pihak dari BKKBN sudah melakukan intervensi untuk pelayanan KB (Keluarga Berencana) di perkotaan termasuk juga untuk penduduk miskin perkotaan. Akan tetapi, karena sasaran yang cukup banyak serta ditambah dengan jumlah penduduk yang semakin banyak, hal ini belum bisa terjangkau secara maksimal.

Baca juga: Ini 9 Hal yang Harus Wanita Ketahui Soal Alat Kontrasepsi
(ask/up)