Selasa, 30 Jan 2018 20:06 WIB

Lansia Tak Produktif, Bonus Demografi Bisa Jadi Ancaman

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Ratusan lansia menerima kacamata gratis di Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN). (Foto: Rengga Sancaya) Ratusan lansia menerima kacamata gratis di Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN). (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Indonesia diprediksi akan menerima bonus demografi pada tahun 2035. Bonus demografi merupakan saat di mana jumlah angkatan kerja usia produktif lebih banyak daripada lansia dan anak-anak.

Jika dimanfaatkan dengan baik, bonus demografi akan memberikan dampak positif bagi kemajuan negara. Dengan catatan, kelompok lansia harus mendapatkan pelatihan untuk tetap produktif.

Baca juga: Di Tahun 2030, Usia Harapan Hidup Diprediksi Tembus 90 Tahun

Ardhiantie dari Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, menyebut angka harapan hidup Indonesia saat ini mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, angka harapan hidup yang tinggi tidak akan bermanfaat jika lansia hanya di rumah dan menganggur.

"Punya lansia yang lebih banyak jika tidak produktif, akan menjadi beban bagi pembiayaan. Sementara angka harapan hidup semakin bagus, jadi umurnya semakin panjang, tapi penduduknya menganggur," tutur Ardhiantie dalam sesi Health and Nutrition Journalist Academy di Diskusi Kopi, Jl Halimun Raya, Jakarta Selatan.

Angka harapan hidup Indonesia saat ini ada di 70,9 tahun. Di sisi lain, usia pensiun rata-rata pegawai perusahaan adalah 55 tahun. Padahal dilihat dari sisi produktivitas, lansia yang fit dan sehat bisa tetap bekerja hingga usia 60 tahun.

Dengan catatan, beban pekerjaan yang diberikan tidak terlalu berat. Ardhiantie mengambil contoh di negara-negara maju, lansia yang sudah pensiun rata-rata dipekerjakan sebagai kasir, penunjuk jalan atau penerima tamu di supermarket.

"Kalau kita mencontoh negara maju, ada taman-taman yang memang khusus lansia, mereka bisa berkumpul bareng, olahraga bareng. Kita arahnya sudah harus ke sana supaya ketika jumlah lansia bertambah, kita sudah siap," tuturnya.

Baca juga: Ibu yang Sehat Menjadi Modal Lahirkan Anak yang Berkualitas (mrs/fds)
News Feed