Jumat, 02 Feb 2018 14:38 WIB

Studi: Polusi Udara Bisa Bikin Siklus Mensturasi Tak Lancar

Suherni Sulaeman - detikHealth
Walau bukan penyebab langsung, sebuah studi menunjukkan bahwa adanya hubungan antara polusi udara dengan siklus menstruasi yang tidak teratur bagi wanita muda. Foto: thinkstock Walau bukan penyebab langsung, sebuah studi menunjukkan bahwa adanya hubungan antara polusi udara dengan siklus menstruasi yang tidak teratur bagi wanita muda. Foto: thinkstock
Jakarta - Perempuan yang sudah pubertas setiap bulannya pasti mengalami menstruasi. Normalnya menstruasi mulai terjadi di usia remaja. Ada yang mengalami menstruasi setiap bulan, namun ada pula yang tidak teratur. Apakah Anda termasuk yang mengalami siklus haid yang tidak teratur?

Seperti dikutip dari Times of India, walau bukan penyebab langsung, sebuah studi menunjukkan bahwa adanya hubungan antara polusi udara dengan siklus menstruasi yang tidak teratur bagi wanita muda.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction menunjukkan bahwa polusi udara dapat menyebabkan ketidaksuburan, sindrom ovarium polikistik dan sindrom metabolik. Hal yang sama juga dikatakan oleh para ahli dari Boston University di Massachusetts.

Studi tersebut menyebut polusi udara yang terkena pada remaja perempuan, sekitar usia 14 hingga 18 tahun dapat meningkatkan risiko haid tidak teratur dan lebih lama saat masa sekolah menengah awal mencapai usia dewasa muda.

Baca juga: Tidak Hamil Tapi Jadwal Haid Telat, Mungkin Ini Alasannya

"Sementara eksposur terhadap polusi udara telah dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan paru, penelitian ini menunjukkan bahwa mungkin ada sistem lain, seperti sistem endokrin reproduksi, yang juga terpengaruh," kata penulis studi tersebut, Shruthi Mahalingaiah.

Hubungan antara keduanya didasarkan pada fakta bahwa materi partikulat di udara menyebabkan aktivitas hormonal sehingga bisa mempengaruhi siklus menstruasi seseorang.

"Implikasi pada penyakit manusia dapat terjadi melalui pengurangan emisi pada tingkat global dan individual," tambah Mahalingaiah.

Baca juga: Ini 7 Makanan yang Jadi 'Sahabat' Saat Datang Bulan


(hrn/mrs)
News Feed