Selasa, 13 Feb 2018 15:30 WIB

Ini Alasan Mengapa Jadi Doyan Makan Setelah Turun Berat Badan

Suherni Sulaeman - detikHealth
Ketika turun berat badan, perut memiliki kadar hormon kelaparan atau ghrelin yang lebih tinggi yang membuat kita merasa lapar/Foto: ilustrasi/thinkstock Ketika turun berat badan, perut memiliki kadar hormon kelaparan atau ghrelin yang lebih tinggi yang membuat kita merasa lapar/Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Sebagian besar orang pasti pernah bertanya-tanya mengapa sangat sulit untuk mempertahankan berat badan yang sehat setelah mengalami penurunan berat badan. Bahkan walau hanya sesekali cheating, tapi tak lama kenaikan berat badan terjadi lagi.

Seperti dikutip dari Indian Express, menurut Catia Martins, Associate Professor dari Norwegian University of Science and Technology, orang dengan obesitas dapat menurunkan berat badan, namun hanya 20 persen yang berhasil mempertahankannya setelahnya.

Ini karena ketika kita menurunkan berat badan, perut memiliki kadar hormon kelaparan atau ghrelin yang lebih tinggi, yang membuat kita merasa lapar.

"Setiap orang memiliki hormon ghrelin, tapi jika Anda kelebihan berat badan kemudian diet dan berhasil menurunkan berat badan, maka kadar hormon ini meningkat," kata Martins.

Baca juga: Diet Sehat Tapi Berat Badan Nggak Turun-turun? Mungkin Ini Salahnya

Sayangnya, peningkatan hormon tersebut tidak menyesuaikan diri dari waktu ke waktu. Jadi siapapun yang kelebihan berat badan dan mengalami penurunan, harus menghadapi rasa lapar yang meningkat selama sisa hidupnya.

Selain perubahan hormon, orang yang telah kehilangan berat badan membutuhkan sedikit energi untuk mempertahankan tubuh barunya. Ditandai dengan adanya sinyal selalu lapar, tubuh sedang berusaha mendapatkan berat badan itu kembali.

Baca juga: Ini Alasan Berat Badan Nggak Turun-turun Meski Sudah Diet dan Olahraga (hrn/up)
News Feed