Rabu, 14 Feb 2018 11:45 WIB

Mengenal Penyakit Mikrovaskular, Komplikasi yang Banyak Menyertai Diabetes

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Prof. Andrew Peterson, Senior Director dari Molecular Biology Genentech, Amerika (Foto: Frieda isyana Putri) Prof. Andrew Peterson, Senior Director dari Molecular Biology Genentech, Amerika (Foto: Frieda isyana Putri)
Jakarta - Diabetes bukan menjadi penyakit yang langka bagi seluruh manusia di dunia. Menurut WHO, sekitar 1,6 juta kematian yang disebabkan oleh diabetes tercatat di tahun 2015.

Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau saat tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksinya secara efektif.

Baca juga: Kenali Lebih Dekat Diabetes, Si Silent Killer

Insulin adalah sebuah hormon yang mengatur gula darah. Gula darah dapat menyebabkan diabetes memiliki dua komplikasi, yaitu komplikasi mikrovaskular dan komplikasi makrovaskular.

Disebutkan oleh Prof. Andrew Peterson, Senior Director dari Molecular Biology Genentech, Amerika, faktor utama komplikasi diabetes mikrovaskular adalah adanya hiperglikemia, yaitu naiknya gula darah, menjadi efek yang umum terjadi karena diabetes yang tidak terkontrol dan lama kelamaan bisa jadi kerusakan serius pada beberapa sistem tubuh.

Baca juga: Ini Alasan Wanita Lebih Rentan Terkena Diabetes Ketimbang Pria

Dalam Seminar Publik bertema "The Power of Advance Genomics", Prof Andrew menjelaskan tentang risetnya pada pengaruh gen terhadap perkembangan komplikasi diabetes mikrovaskular di India.

"Saya melakukan riset kepada sebanyak 9.000 pasien diabetes dengan berbagai genetik di India. Masalahnya adalah, kita mengerti, tetapi kita tidak tahu bagaimana hal tersebut bisa terjadi, " terang Prof Andrew di Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2018).

Penyakit ini meningkat secara tajam di negara-negara berkembang, termasuk India. WHO memperkirakan diabetes akan menjadi penyebab kematian tertinggi nomor 7 di tahun 2030.

Komplikasi mikrovaskular merusak bagian mata (retinopathy) yang menyebabkan kebutaan, lalu pada ginjal (nephropathy) yang menyebabkan gagal ginjal dan pada saraf (neuropathy) yang berakibat impotensi serta kelainan kaki diabeti (yang bisa menyebabkan beberapa infeksi yang mengharuskan amputasi).

Baca juga: Ini Alasannya Diabetes Bisa Sebabkan Gagal Ginjal

Komplikasi mikrovaskular terutama terjadi pada pengidap diabetes tipe 1. Hiperglikemia yang persisten dan pembentukan protein yang terglikasi (termasuk HbA1c) menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi makin lemah dan rapuh dan terjadi penyumbatan pada pembuluh-pembuluh darah kecil.

Di samping karena kondisi hiperglikemia, ketiga komplikasi ini juga dipengaruhi oleh faktor genetik, meskipun Prof Andrew menyebutnya cukup langka.

Oleh sebab itu dapat terjadi dua orang yang memiliki kondisi hiperglikemia yang sama, berbeda risiko komplikasi mikrovaskularnya.

Diabetes dapat ditangani dan konsekuensinya dapat dihindari atau dicegah dengan diet, aktifitas fisik, pengobatan dan screening rutin serta penangann pada komplikasi.

Baca juga: Kenali Cara Pencegahan Diabetes Berikut Ini

(up/up)
News Feed