Rabu, 14 Feb 2018 15:09 WIB

Perjuangan Leni yang Naik Angkutan Umum untuk Kemoterapi

Widiya Wiyanti - detikHealth
Leni harus berjuang di transportasi umum untuk kemoterapi. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth Leni harus berjuang di transportasi umum untuk kemoterapi. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth
Jakarta - Seorang ibu rumah tangga yang sangat kuat melawan kanker payudara stadium 4, yaitu Leni Marlina. Leni didiagnosis kanker payudara pada akhir tahun 2009. Meski pada awalnya Leni mengaku sempat sangat sedih, tapi ia sadar harus melawan penyakit itu.

Leni harus melewati serangkaian pengobatan panjang untuk mengusir sel kanker yang sudah menyebar ke tulang dan hatinya itu. Kemoterapi pun sudah sangat sering ia jalani sehingga memaksanya untuk lebih mandiri pulang pergi ke rumah sakit.

Leni pulang pergi ke rumah sakit dengan transportasi umum. Ia harus berdesak-desakkan dengan penumpang lain yang kondisi fisiknya masih sehat.

"Suamiku hanya mengantar sampai stasiun, dari stasiun aku naik kereta terus naik kopaja. Aku naik kendaraan umum pergi pagi pulang sore. Dalam keadaan aku pulang pergi ke rumah sakit untuk kemo, di kendaraan umum itu mereka nggak tahu kalau aku ini pasien kanker yang pulang kemo, jadi mau duduk di kereta itu kita rebutan sama orang-orang yang sehat," ceritanya kepada detikHealth.

Baca juga: Inge Prasetyo, Pegiat Olahraga yang 'Akrab' dengan Kanker Payudara

Dilihat secara fisik layaknya orang sehat membuat Leni tidak disangka oleh orang-orang sebagai pasien kanker. Hal ini ternyata bisa memengaruhi kondisi kesehatannya. Tetapi ia mengaku tak punya daya upaya hanya untuk mendapatkan tempat duduk di transportasi umum.

"Tapi kan mereka melihat fisik aku segar, terus badanku agak gemuk, jadi mereka menganggap aku orang sehat. Kadang orang nggak percatya kalau aku pasien kanker, pasien kemoterapi," tuturnya.

Bukan hanya tidak mendapatkan tempat duduk, Leni pun pernah mengalami kejadian yang sangat tidak mengenakkan. Ia pernah didorong hingga terjatuh karena penuh berdesakkan dengan orang-orang lain.

"Itu kadang-kadang mereka nggak mau ngalah. Pernah aku kejadian turun dari kereta mau naik tangga eskalator sempat didorong sama orang, jatoh terlentang. Aku kan nggak mungkin bilang jangan dorong saya, saya lagi sakit," ungkap wanita berusia 45 tahun ini.

Maka dari itu, jika Leni sudah tak sanggup bertahan melawan desakkan orang-orang di transportasi umum, ia akan meminta bantuan petugas yang sedang berjaga.

"Saya akhirnya minta tolong sama petugas, akhirnya saya dituntun," tutupnya.

Baca juga: Cerita Dian Didiagnosis Kanker Payudara di Usia 26 Tahun


Yuk simak cerita lengkapnya di video berikut:

(wdw/up)
News Feed