ADVERTISEMENT

Kamis, 15 Feb 2018 16:34 WIB

Bukan Sekadar Jalur Khusus, Ini yang Lebih Dibutuhkan Pesepeda di Jakarta

Widiya Wiyanti - detikHealth
Komunitas Rocketers. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth
Jakarta - Bukan sekali, kejadian pesepeda tertabrak di jalan raya sudah terjadi berkali-kali. Terakhir memakan jiwa di Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Jakarta Selatan pada Sabtu (10/2/2018), yakni seorang produser stasiun televisi RTV, Raden Sandy Syafiek.

Pernah merasa kehilangan anggotanya, secara emosional komunitas sepeda Rocketers yang selalu bersepeda menuju kantornya masing-masing atau yang biasa disebut 'bike to work' ini menggagas peletakan sepeda putih yang dinamakannya #GhostBike di tempat kejadian perkara (TKP).

"Jadi tujuannya, satu awareness sudah pasti. Kita mau share sama orang-orang bahwa di lokasi ini ada pesepeda ketabrak. Tujuannya biar orang 'hati-hati dong kalau di jalan'. Bukan buat pesepeda saja, tapi buat seluruh pengguna jalan kita saling berbagi, saling menghargai, saling menghormati," tutur salah satu anggota, Chaidir kepada detikHealth.

Baca juga: Mengenal Rocketers, Komunitas yang Menggagas 'Sepeda Hantu' di Jl Gatsu

Ketika ditanya mengenai kebutuhan jalur sepeda bagi pesepeda seperti komunitas ini, jawaban mereka sungguh mengejutkan.

"Kalau ditanya butuh nggak jalur sepeda? Mereka yang mau olahraga nggak butuh jalur sepeda, kalau kita mau ajak keluarga sudah pasti sepedaannya di tempat yang sepi, nggak berani di jalan raya. Kalau di jalan raya kayak kita yang setiap hari ini, butuh nggak jalur sepeda? Nggak, kita cuma butuh dihargai saja dalam hal perilaku pengguna jalan lain," tegasnya.

Menurut Chaidir, mengubah perilaku pengguna jalan itu adalah masalah penting yang harus diselesaikan secara bersama. Terutama pengendara kendaraan bermotor yang memiliki sifat arogan saat di jalan.

Senada dengan Hadi Daru, anggota lain yang menyatakan bahwa mereka tidak meminta dibuatkan jalur khusus sepeda, karena sadar akan hal itu sulit untuk diwujudkan.

"Kalau kita minta jalur sepeda pasti diketawain, karena kita minoritas. Sama seperti minta jalur motor kan diketawain. Kita hanya butuh jalan yang layak untuk kita bersepeda gitu, nggak ada lubang-lubang, gorong-gorong dibenerin," pinta pria yang akrab disapa Pakdhe ini.

Karena kecintaannya dengan bersepeda yang dilakukan komunitas ini selama 10 tahun, mereka akan tetap bersepeda setiap hari walau tidak ada jalur khusus sepeda.

"Tapi poin yang kita mau sebagai pekerja bersepeda tanpa adanya apapun kita tetap bersepeda. Apapun yang akan terjadi kita akan sepedaan. Kita pun tiap hari juga sepedaan selama 10 tahun," tutup Chaidir.

Namun, karena adanya kejadian tertabraknya Sandy di Jl Gatsu dan banyaknya suara dari komunitas sepeda, akhirnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ingin usulan mengenai lokasi-lokasi di Ibu Kota yang akan dibuatkan jalur sepeda.

"Teman-teman dari komunitas sepeda, salah satunya adalah Komite Sepeda Indonesia sudah ajukan rencana untuk memulai kembali jalur sepeda. Saya sangat mendukung dan sekarang lagi digodok. Karena ini harus bottom-up, harus dari komunitasnya," kata Sandiaga dikutip dari detikNews, Kamis (15/2/2018).

Baca juga: Pemprov DKI dan Komunitas Kaji Wacana Penambahan Jalur Sepeda




(wdw/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT