Kamis, 22 Feb 2018 10:13 WIB

Pria Ini Buktikan Heavy Metal Bisa Cegah Depresi

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Facebook/Liam Frost-Camilleri Foto: Facebook/Liam Frost-Camilleri
Jakarta - Heavy metal identik dengan genre musik yang berisik dan sebagian orang percaya mendengarkan lagu heavy metal bisa mendorong tindakan agresif. Namun ini tidak berlaku untuk pria asal Australia ini.

Dari penampilannya, ia memang terlihat garang. Pria bernama Liam Frost-Camilleri ini mengaku sudah mendengarkan lagu-lagu milik legenda metal seperti Machine Head dan Dark Tranquillity sejak masih remaja.

"Musik ini memang selalu dikenal underground dan itulah poinnya. Jika ini tidak dijauhi, mungkin ini tidak akan jadi seperti sekarang," tandas Liam tentang genre musik kesukaannya.

Liam sendiri merupakan anggota sebuah band bernama Fall and Resist. Menariknya, tiap kali ia manggung, sering muncul topik pembicaraan tentang depresi dan gangguan kecemasan di antara penggemar maupun sesama musisi heavy metal.

"Saya sendiri terkejut karena banyak yang membicarakan tentang hal ini. Ini nampaknya jadi problem yang cukup besar di kalangan musisi heavy metal terutama," katanya seperti dilaporkan ABC Australia.

Baca juga: Studi: Pencinta Heavy Metal Ternyata Minder dan Penyendiri

Namun ada sisi positif yang dipahami Liam kemudian, yaitu genre musiknya ternyata bisa memberikan semacam solusi untuk sebagian orang ketika mereka berusaha memproses emosi-emosi negatif yang terjadi padanya.

"Kadangkala muncul perasaan sedih dan agresi tetapi ekstrem dan saya pikir orang-orang yang menderita depresi dan kecemasan memahami apa yang dimaksudkan dengan itu," paparnya.

Meski tidak semua fans metal mengalami gangguan mental, Liam menambahkan, komunitas di sekitarnya sering salah paham dengan genre musik mereka. Padahal musik ini pun bisa memberikan dukungan kepada fans ketika melalui masa-masa sulit.

Baca juga: Remaja Penggemar Musik Heavy Metal Berisiko Depresi

Sebuah studi yang dilakukan Leah Sharman dan Dr Genevieve Dingle dari School of Psychology, University of Queensland di tahun 2015 mengungkapkan, 'musik ekstrem' seperti ini sebenarnya bisa menjadi 'cara sehat untuk memproses kemarahan'.

Dalam studi itu 39 'pendengar musik ekstrem' berusia 18-34 tahun ditanya tentang hal terakhir yang membuat mereka marah sebelum peneliti kemudian memberi mereka pertanyaan-pertanyaan yang bisa memancing emosi mereka.

Kemudian separuh grup diminta mendengarkan musik pilihan mereka selama 10 menit, termasuk lagu-lagu bergenre metal seperti dari Parkway Drive, Slipknot dan Rage against the Machine, sedangkan sebagian lainnya hanya duduk diam.

"Kami justru berniat menguji hipotesis bahwa metal dan musik ekstrem lainnya membuat orang marah, tetapi nyatanya orang yang memilih dan mendengarkan musik metal merasa lebih terinspirasi dan lebih aktif karena emosi positif mereka muncul," ungkap peneliti.

Pria Ini Buktikan Heavy Metal Bisa Cegah DepresiFoto: Facebook/Liam Frost-Camilleri


Studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Community Psychology di bulan Januari 2018 juga menyimpulkan bahwa 'metal membantu partisipan untuk bertahan dari tekanan lingkungan dan membangun identitas serta komunitas yang kuat dan sustainale, yang akan mencegah munculnya potensi-potensi masalah kesehatan mental'.

Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti Paula Rowe dan Bernard Guerin dari University of South Australia melakukan wawancara informal dengan 28 orang berusia 18-24 tahun.

"Bahkan kebanyakan dari mereka berhasil bertahan dari tantangan-tantangan yang muncul di masa remaja seperti berada dalam situasi keluarga yang sulit, bullying dan kesendirian, dengan memanfaatkan genre musik ini," tambahnya.

Sebab dengan musik metal itu mereka merasa bisa 'menjauhkan diri dari tukang bully' dan menemukan kelompok atau teman lain yang menyukai genre musik yang sama. (lll/up)
News Feed