ADVERTISEMENT

Minggu, 04 Mar 2018 07:15 WIB

Benarkah Food Combining Itu Menyehatkan?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ada banyak tata cara makan dan diet, salah satunya food combining yang diklaim sebagai cara makan yang paling benar dan sehat serta bikin diet jadi sukses. Foto: Thinkstock
Jakarta - Ada banyak sekali aturan-aturan mengenai makan dan diet yang sedang viral sekarang ini. Seperti minumlah segelas air sebelum makan, makanlah satu jenis buah sesekali, atau jangan makan karbo setelah jam 5 sore.

Jelas, tata cara yang begitu banyaknya ini membingungkan, belum lagi kita juga tidak mungkin harus mengikuti dan mengingat semuanya. Satu lagi hal yang membingungkan adalah viralnya 'food combining'.

Food combining diklaim oleh banyak orang sebagai cara makan dan diet yang paling benar. Dan memang, merupakan ide bagus untuk mempelajari prinsip makanan sebelum menolaknya.

Dikutip dari Huffington Post, beberapa ahli gizi dan kesehatan dari Australia akan mengungkapkan fakta mengenai food combining ini.

Baca juga: Kata Ahli Gizi Soal Memahami Food Combining

Apakah sebenarnya Food Combining itu?

"Dasar pikiran dari diet food combining adalah tiap makanan dicerna dengan tingkatan yang berbeda pada tubuh dan membutuhkan lingkungan pencernaan yang berbeda," jelas Robbie Clark, ahli diet dan gizi olahraga di Australia.

"Maka dari itu, makanan perlu dikonsumsi dalam kelompok dan waktu tertentu yang dapat menunjang faktor-faktor tersebut."

Ahli diet terkenal di Australia, Jemma O'Hanlon menambahkan, "Teori food combining mengacu pada tidak memakan makanan tertentu secara bersamaan dalam waktu yang sama agar mendapat pencernaan yang optimal."

Food combining diperkenalkan sebagai prinsip diet yang menghindari menggabungkan karbohidrat dan protein dalam satu makanan, dan untuk selalu mengonsumsi buah sebelum makan, bukan setelahnya seperti yang selama ini diajarkan.

Orang-orang yang mengikuti diet ini mengklaim bahwa protein membutuhkan asam untuk dicerna, sedangkan karbohidrat membutuhkan alkalin. Ada enzim-enzim yang berbeda dalam tubuh yang mencerna kedua zat tersebut dan menggabungkannya dapat menimbulkan masalah pencernaan.

Ilustrasi food combiningIlustrasi food combining Foto: Thinkstock
"Jika kamu memakannya bersamaan, akan meninggalkan separuh makanan yang dicerna di dalam sistemmu yang akan terus berada di sana sementara makanan lain dicerna," tambah Clark. "Dan akhirnya makanan itu bisa jadi terfermentasi atau busuk, yang menyebabkan kembung, kentut, konstipasi atau diare."

Ada lagi lainnya, yaitu jangan memakan buah dan sayur bersamaan, serta tidak minum air dingin saat makan. Clark menyebutkan bahwa teori ini dikarenakan buah dan sayur memiliki struktur biokimia yang berbeda dan dicerna dalam kondisi pencernaan yang berbeda.

Manfaat yang ditawarkan dari food combining ini adalah penurunan berat badan, pencernaan yang baik, bertambahnya energi, mengurangi jerawat dan flek di wajah, dan detoks serta serapan nutrisi yang lebih baik.

Baca juga: Bantu Perut Jadi Rata, Ini Sumber Protein yang Dianjurkan Pakar Diet

Benarkah Food Combining benar-benar berhasil?

"Dalam teorinya, semua ini masuk akal, tapi yang lebih ditonjolkan adalah salah guna dari informasi biokimia," kata Clark. "Dan tidak ada bukti yang cukup kuat untuk menunjukkan kalau food combining meningkatkan pencernaan atau mengurangi berat badan."

Satu kekurangan besar dalam food combining adalah pencernaan tidak hanya terjadi di perut. Clark menjelaskan, pencernaan dalam tubuh kita dimulai dari mulut, berlanjut ke perut, kemudian lebih jauh lagi ke dalam usus kita.

"Di dalam tubuh kita, pencernaan adalah sebuah proses. Makanya kita punya jalur pencernaan, bukan kantong di mana semuanya dibuang dan diharapkan dapat menjalani semua proses pencernaan."

Menurutnya, evolusi dan perkenalan dari makanan yang berbeda serta cara memasak telah membuat tubuh kita lebih fleksibel untuk menangani pencernaan dari tipe makanan yang berbeda pada waktu yang sama dalam satu proses pencernaan.

O'Hanlon juga menjelaskan bahwa tubuh kita memiliki semua enzim yang penting untuk mencerna protein, lemak dan karbohidrat dalam waktu yang sama. "Contohnya, amilase di air liur kita menghancurkan karbohidrat sementara pepsin dan tripsin di perut kita menghancurkan protein," terangnya.

Pada dasarnya, food combining bukanlah diet yang esensial untuk pencernaan atau kesehatan yang baik, dan tidak didukung secara ilmiah.

"Diet terbaik yang bisa kita lakukan adalah mengkombinasikan berbagai macam jenis makanan bernutrisi dari semua kelompok makanan, dan tidak ada alasan mengapa kita tidak bisa menikmati semuanya dalam satu kali makan," tegas O'Hanlon

Baca juga: Kunci Ini Penting Anda Miliki Jika Ingin Punya Pola Makan Sehat

(mrs/mrs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT