Kamis, 22 Mar 2018 17:05 WIB

Penjelasan BPOM Tentang Temuan Cacing di Produk Ikan Kaleng

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Temuan cacing dalam ikan kaleng bikin resah masyarakat (Foto: detikhealth)
Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru saja mempublikasikan rilis resmi mengenai temuan cacing pada tiga merek produk ikan makarel di Riau yaitu IO, Farmer Jack, dan HOKI. Ditemukan jenis cacing Anisakis sp. Cacing tersebut dalam kondisi sudah mati di dalam kemasan kaleng, bukan akibat kerusakan kemasan atau kedaluwarsa.

Dalam rilis tersebut dijelaskan bahwa setelah adanya pengujian dan penelusuran lebih lanjut, BPOM memutuskan untuk memerintahkan importir produk Farmer Jack, IO, dan HOKI untuk melakukan pemusnahan pada nomor bets tertentu yang disebutkan.


Berikut ini penjelasan lengkap BPOM mengenai isu tersebut:

PENJELASAN BPOM RI
TENTANG
TEMUAN CACING PADA PRODUK IKAN KALENG


Sehubungan dengan beredarnya pemberitaan di media daring tentang cacing yang ditemukan dalam ikan makarel kemasan kaleng, BPOM RI memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:

1. BPOM RI telah berkoordinasi dengan dinas terkait di Provinsi Riau untuk melakukan penelusuran dan pemeriksaan guna memastikan adanya dugaan cacing dalam ikan makarel dalam kaleng.

2. Hasil pemeriksaan dan pengujian BPOM RI menemukan adanya cacing dengan kondisi mati pada produk ikan makarel dalam saus tomat dalam kaleng ukuran 425 gr, yaitu:

- Merek Farmerjack, nomor izin edar (NIE) BPOM RI ML 543929007175, nomor bets 3502/01106 35 1 356;
- Merek IO, NIE BPOM RI ML 543929070004, nomor bets 370/12 Oktober 2020; dan
- Merek HOKI, NIE BPOM RI ML 543909501660, nomor Bets 3502/01103/-.

3. BPOM RI telah memerintahkan kepada importir produk FARMERJACK, IO dan HOKI dengan bets tersebut di atas dari peredaran dan melakukan pemusnahan.

4. Produk yang mengandung cacing tidak layak dikonsumsi dan pada konsumen tertentu dapat menyebabkan reaksi alergi (hipersensitifitas) pada orang yang sensitif.

5. BPOM RI terus memantau pelaksanaan penarikan dan pemusnahan serta meningkatkan sampling dan pengujian terhadap peredaran bets lainnya dan semua produk ikan dalam kaleng lainnya baik produk dalam maupun luar negeri.

(ask/up)