Jakarta -
Kanker ovarium adalah jenis kanker yang sering menyerang wanita setelah kanker payudara dan kanker serviks. Bayangkan, 1 dari 75 wanita rentan terkena kanker ini.
Setelah 5 fakta sebelumnya, ada 5 fakta lainnya yang juga harus kamu ketahui. Apa saja fakta-faktanya?
Pil KB bisa mengurangi risiko kanker ovarium
Foto: Thinkstock
|
Tinjauan penelitian Obstetri dan Ginekologi di tahun 2013 menguji hasil dari 55 penelitian dan menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi pil KB mengalami penurunan signifikan untuk terkena kanker ovarium daripada yang tidak mengonsumsinya."Untuk wanita dengan risiko rata-rata, menggunakan kontrasepsi oral (pil KB) dapat mengurangi risiko kanker ovarium seumur hidup sebesar 40-50 persen, dan efek itu dapat bertahan selama 15 tahun setelah penggunaan dihentikan," kata dr Hou.
Pasien kanker ovarium kebanyakan dioperasi
Foto: thinkstock
|
Sebagian besar pasien kanker ovarium pada awalnya mendapatkan penanganan operasi bedah untuk mengangkat tumor dan mencegah penyebaran. Menurut banyak ahli, upaya pembedahan adalah upaya yang maksimal. Dilengkapi dengan pengobatan radiasi dan kemoterapi.
Infertilitas dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker ovarium
Foto: thinkstock
|
Penelitian observasional tahun 2004 yang melibatkan lebih dari 12 ribu pasien wanita yang dievaluasi infertilitasnya, menemuka bahwa mereka yang yang infertilitas memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker ovarium.Terutama pada wanita dengan endometriosis dan infertilitas primer, meliputi infertilitas tanpa kehamilan sebelumnya memiliki risiko tertinggi.
Pap smear tidak bisa mendeteksi kanker ovarium
Foto: Thinkstock
|
Papanikolaou test atau Pap smear memang suatu metode untuk skrining ginekologi, namun tidak semua dapat terdeteksi olehnya. Pap smear hanya bisa mendeteksi kanker serviks, tetapi tidak untuk kanker ovarium.Kanker ovarium tidak memiliki metode skrining yang benar-benar efektif, apalagi saat stadium awal. Kebanyakan pasien terdeteksi pada stadium yang sudah lanjut.
USG vagina bisa menemukan tumor pencetus kanker ovarium
Foto: thinkstock
|
Penelitian tahun 2014 di Jurnal Kesehatan Wanita Internasional mengatakan bahwa para peneliti mengamati USG vagina dapat secara akurat mendeteksi jika ada perubahan dalam ukuran dan bentuk ovarium, tumor misalnya.Sayangnya, USG vagina hanya dapat menemukan letak tumor tersebut tapi tidak bisa menentukan itu ganas atau jinak.
Tinjauan penelitian Obstetri dan Ginekologi di tahun 2013 menguji hasil dari 55 penelitian dan menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi pil KB mengalami penurunan signifikan untuk terkena kanker ovarium daripada yang tidak mengonsumsinya.
"Untuk wanita dengan risiko rata-rata, menggunakan kontrasepsi oral (pil KB) dapat mengurangi risiko kanker ovarium seumur hidup sebesar 40-50 persen, dan efek itu dapat bertahan selama 15 tahun setelah penggunaan dihentikan," kata dr Hou.
Sebagian besar pasien kanker ovarium pada awalnya mendapatkan penanganan operasi bedah untuk mengangkat tumor dan mencegah penyebaran. Menurut banyak ahli, upaya pembedahan adalah upaya yang maksimal. Dilengkapi dengan pengobatan radiasi dan kemoterapi.
Penelitian observasional tahun 2004 yang melibatkan lebih dari 12 ribu pasien wanita yang dievaluasi infertilitasnya, menemuka bahwa mereka yang yang infertilitas memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker ovarium.
Terutama pada wanita dengan endometriosis dan infertilitas primer, meliputi infertilitas tanpa kehamilan sebelumnya memiliki risiko tertinggi.
Papanikolaou test atau Pap smear memang suatu metode untuk skrining ginekologi, namun tidak semua dapat terdeteksi olehnya. Pap smear hanya bisa mendeteksi kanker serviks, tetapi tidak untuk kanker ovarium.
Kanker ovarium tidak memiliki metode skrining yang benar-benar efektif, apalagi saat stadium awal. Kebanyakan pasien terdeteksi pada stadium yang sudah lanjut.
Penelitian tahun 2014 di Jurnal Kesehatan Wanita Internasional mengatakan bahwa para peneliti mengamati USG vagina dapat secara akurat mendeteksi jika ada perubahan dalam ukuran dan bentuk ovarium, tumor misalnya.
Sayangnya, USG vagina hanya dapat menemukan letak tumor tersebut tapi tidak bisa menentukan itu ganas atau jinak.
(wdw/up)