Pecat dr Terawan 'Cuci Otak', MKEK Serahkan Eksekusi ke IDI

ADVERTISEMENT

Pecat dr Terawan 'Cuci Otak', MKEK Serahkan Eksekusi ke IDI

Widiya Wiyanti - detikHealth
Selasa, 03 Apr 2018 13:37 WIB
Ikatan Dokter Indonesia menjatuhkan sanksi ke dr Terawan yang mempopulerkan terapi 'cuci otak' (Foto: thinkstock)
Jakarta - Kepala RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Dr dr Terawan Agus Putranto, SpRad dijatuhi sanksi atas 'pelanggaran kode etik' oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). Sekretaris MKEK, dr Pukovisa Prawiroharjo, SpS membenarkan hal tersebut.

"Betul," jawabnya singkat, sata dikonfirmasi detikHealth, Selasa (3/4/2018).

dr Puko menjelaskan tugas dan kewajiban MKEK selesai sampai pada pengeluaran keputusan. Untuk tindak lanjut eksekusi akan diberikan pada Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Jadi sebenarnya tugas dan kewajiban MKEK selesai dengan keputusan. Yang jadi jaksa dan polisi masuknya ke badan eksekutif," tutur dr Puko.

"Dalam hal ini bisa ke pengurus IDI pusat atau daerah. Atau terkait dengan perhimpunan dokter spesialis terkaitnya," imbuhnya.



Dalam salinan surat yang beredar, dr Terawan ditetapkan melanggar etik kedokteran yang termasuk ke dalam pelanggaran etik serius. Namun, dr Puko tidak menjelaskan seperti apa pelanggaran yang dilakukan dr Terawan.

"Dan menetapkan sanksi berupa pemecatan sementara sebagai anggota IDI selama 12 bulan dimulai tanggal 26 Februari 2018 sampai dengan 25 Februari 2019 dan diikuti pernyataan tertulis pencabutan rekomendasi izin prakteknya," tulis dalam surat yang beredar.

(wdw/up)
IDI (Belum) Pecat dr 'Cuci Otak'
IDI (Belum) Pecat dr 'Cuci Otak'
72 Konten
Ikatan Dokter Indonesia menjatuhkan sanksi pemecatan pada dr Terawan Agus Putranto. Pernah jadi kontroversi dengan terapi 'cuci otak' berbasis Digital Substraction Angiography (DSA). IDI belum memecat dan masih memberi ruang pembelaan buat dr Terawan

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT