ADVERTISEMENT

Selasa, 03 Apr 2018 20:15 WIB

Menanti Pembelaan dr Terawan, Dokter 'Cuci Otak' yang Dipecat IDI

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Pencetus terapi 'cuci otak' dr Terawan Agus Putranto masih memiliki kesempatan membela diri setelah dipecat IDI
Jakarta - Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) telah menjatuhkan sanksi pemecatan sementara kepada Dr dr Terawan Agus Putranto, SpRad. Namun dr Terawan masih memiliki kesempatan untuk membela diri.

"Menurut aturan organisasi kalo sanksi itu berkaitan dengan status keanggotaan, maka yang bersangkutan diberikan kesempatan untuk mengajukan pembelaan diri dalam forum khusus," kata Ketua Terpilih PB IDI (yang akan menjabat pada periode berikutnya), dr Daeng Muhammad Faqih saat dihubungi detikHealth.

Dalam surat kepada Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI) yang beredar luas, MKEK menyebut dr Terawan melakukan pelanggaran etik yang berat atau serious ethical misconduct. Sanksi yang dijatuhkan adalah pemecatan sementara selama 12 bulan, diikuti pencabutan izin praktik.



Tidak disebutkan apa pelanggaran yang dilakukan dr Terawan, yang merupakan Kepala RSPAD Gatot Soebroto. Namun sejumlah pasien yang pernah mendapatkan terapi cuci otak kompak menyerukan pembelaan untuk dr Terawan di media sosial, termasuk Aburizal Bakrie dan Khrisna Murti.

Terapi berbasis Digital Substraction Angiography (DSA) tersebut memang memicu kontroversi di kalangan dokter. Beberapa dokter menyebut alat ini dipakai dalam prosedur diagnosis dan belum memiliki dasar ilmiah untuk dipakai sebagai terapi stroke.

"Sebenarnya masalah etika itu masalah internal organisasi dan komunitas dokter dan bukan konsumsi publik," tambah dr Daeng, saat ditanya soal pelanggaran yang dilakukan dr Terawan.

Hingga saat ini, dr Terawan belum memberikan tanggapan atas sanksi tersebut. Sambungan telepon dari detikHealth hanya dijawab oleh ajudan yang menyampaikan bahwa dr Terawan sedang ada rapat.

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT