Rabu, 04 Apr 2018 06:24 WIB

BAB Berdarah, Wasir atau Kanker Kolorektal? Ini Bedanya

Frieda Isyana Putri - detikHealth
BAB berdarah merupakan salah satu gejala kanker kolorektal (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Setiap perubahan yang terjadi pada tubuh kita harus segera kita waspadai, apalagi jika terjadi berulang-ulang. Termasuk jika kamu buang air besar yang disertai atau bercampur darah, karena berarti tandanya ada pendarahan internal dalam saluran pencernaanmu.

Wasir dan kanker kolorektal (usus besar) adalah contoh penyakit yang mempunyai gejala BAB berdarah tersebut. Ini berakibatnya banyak orang awam yang bingung membedakan gejala ini termasuk penyakit yang mana.

Disampaikan oleh dr Nadia Ayu Mulansari, SpPD-KHOM bahwa untuk mengetahuinya diperlukan pemeriksaan dokter. Karena dokter akan mudah mendiagnosis lewat lokasi dan penyebab BAB berdarah tersebut.

"Wasir kan lokasinya di bawah (anus) biasanya terlihat saat pemeriksaan, dokter melihat aja udah jelas ini wasir bentuknya. Kalo kanker kan berbeda ya, jadi memang kalo ada BAB berdarah, harus dilihat lagi apakah diperlukan teropong lebih lanjut, apakah hanya di sekitar daerah anus saja, atau lebih dalam," jelasnya pada acara Media Briefing Kenali Kanker Kolorektal Lebih Dekat di Jakarta Pusat, Selasa (1/4/2018).



Dokter dapat melakukan tindakan colok dubur untuk melihat apakah ada tonjolan wasir di anus. Jika tidak ada, tuturnya, baru nanti dokter akan menilai lewat faktor-faktor lain seperti usia dan riwayat keluarganya untuk dilakukan kolonoskopi.

"Untuk kolonoskopi itu mahal ya. Jadi ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan apakah pasien tersebut memerlukan kolonoskopi atau tidak," kata dr Nadia.

Kolonoskopi merupakan prosedur pemeriksaan untuk mendeteksi ketidaknormalan pada usus besar dan anus dengan cara memasukkan alat bernama kolonoskop (seperti selang panjang dengan kamera kecil di ujungnya). Prosedur ini juga biasa dilakukan untuk deteksi dini kanker kolorektal.

dr Nadia menyarankan jika mengalami BAB berdarah untuk tidak menunda memeriksakan ke dokter. Apalagi jika disertai gejala seperti diare terus-menerus, kembung atau kram perut, mudah lelah, atau berat badan turun tanpa sebab yang pasti.

(up/up)