Selasa, 17 Apr 2018 18:39 WIB

Polusi di China Berkurang, Namun Dampak Kesehatannya Sudah Terjadi

Firdaus Anwar - detikHealth
Polusi udara paling berdampak pada pernapasan (Foto: thinkstock) Polusi udara paling berdampak pada pernapasan (Foto: thinkstock)
Jakarta - China dikenal sebagai salah satu negara dengan polusi udara yang parah di dunia. Menurut Health Effects Institute (HEI) setiap tahunnya bisa ada sekitar 1,6 juta kematian dini akibat kualitas udara yang buruk di China.

Selama beberapa tahun pemerintah telah berusaha mengatasi masalah polusi udara tersebut. Mulai dengan cara mengurangi output industri, konsumsi batu bara, hingga jumlah kendaraan di jalan.



Hasilnya tahun 2017 dilaporkan bahwa partikel polusi yang berbahaya PM 2,5 berhasil dikurangi hingga 6,5 persen di 338 kota. Namun menurut HEI hal itu belum cukup karena kualitas udara secara keseluruhan masih buruk dan dampak kesehatannya sudah terjadi di antara populasi masyarakat.

"Kami sudah melakukan proyeksi bahwa di China sampai tahun 2030, bahkan dengan kualitas udara yang semakin membaik, angka kematian akan tetap meningkat saat populasi semakin tua," kata Presiden HEI Dan Greenbaum seperti dikutip dari Reuters, Selasa (17/4/2018).

Menurut Dan saat ini tantangan yang harus dihadapi oleh China adalah bagaimana mengendalikan polusi dari pabrik-pabrik kecil. Belum lagi beberapa rumah masih menggunakan tungku tradisional di mana asap yang dihasilkan dapat berpengaruh langsung menyebabkan penyakit paru-paru.

"Tantangan pengendalian polusi semakin berat meski China sudah menunjukkan perkembangan. Jadi belum terlihat dampak positifnya," pungkas Dan.

(fds/up)
News Feed