Jumat, 20 Apr 2018 15:11 WIB

Hai Para Remaja, Ingat Merokok Bukan Hal yang Keren!

Muhammad Luthfi Nasution - detikHealth
Penting bagi kita menjaga kesehatan keluarga kita sendiri, salah satunya dengan menjauhkan rokok dari lingkungan anak-anak dan remaja. Foto: thinkstock Penting bagi kita menjaga kesehatan keluarga kita sendiri, salah satunya dengan menjauhkan rokok dari lingkungan anak-anak dan remaja. Foto: thinkstock
Jakarta - Saat ini fenomena anak-anak yang merokok sejak dini memang cukup memprihatinkan. Seperti yang terjadi di Payakumbuh, seorang anak umur 2 tahun bisa menghabiskan 36 batang rokok dalam sehari saja.

"Merokok tidak hanya disebabkan oleh tren atau lifestyle semata, tapi efek kecanduan nikotin ini lah yang membuat pecandunya selalu ingin merokok termasuk anak-anak yang merokok di sekolah, izin ke toilet pun dijadikan alasan untuk sekedar merokok karena sudah merasa asam di mulutnya," kata Fuad Baradja, aktivis anti rokok dan pengurus Komite Nasional Pengendalian Tembakau, pada acara peluncuran buku anti merokok di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018)


Penting bagi kita menjaga kesehatan keluarga kita sendiri, salah satunya dengan menjauhkan rokok dari lingkungan anak-anak dan remaja. Sebabnya, anak-anak tentu saja belum mengerti zat yang terkandung dalam rokok.

Menurut Direktur Bidang Pembinaan Pendidikan Keluarga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr Sukiman MPd, orang yang sadar akan kesehatan pasti mengerti jika rokok itu berdampak negatif bagi tubuh.

Kemendikbud juga mengimbau jika ada acara dan event yang disponsori oleh produk rokok atau perusahaan rokok, berhak untuk dilaporkan karena sudah seharusnya pihak sekolah tidak mendukung penggunaan rokok di sekolah. Hal ini juga dimuat dalam Undang-Undang yang mengatur pelarangan merokok bagi siswa dan guru, yaitu Permendikbud nomor 64 tahun 2015 tentang pelarangan merokok di kawasan sekolah.

Dalam aturan yang sama sudah diatur juga sanksi tegas baik sekolah maupun guru yang merokok di lingkungan sekolah.

Agar dapat mencegah anak-anak untuk berhenti merokok, kita bisa memotivasi mereka bahwa merokok ini sudah bukan lagi tren atau lifestyle karena mengganggu kesehatan mereka sendiri.

Kesadaran ini bisa disiasati dengan memberikan informasi di sekolah dan di lingkungan keluarga. Anak-anak dan generasi muda sudah saatnya menjadi bagian dari gebrakan anti rokok agar menjadi generasi muda Indonesia yang sehat dan berprestasi.

(fds/mrs)
News Feed