Senin, 23 Apr 2018 16:10 WIB

Sejak Merdeka Hingga Sekarang, Indonesia Masih Berupaya Eliminasi Malaria

Widiya Wiyanti - detikHealth
Setiap tanggal 25 April dunia memperingati Hari Malaria Sedunia, termasuk Indonesia.  Foto: thinkstock Setiap tanggal 25 April dunia memperingati Hari Malaria Sedunia, termasuk Indonesia. Foto: thinkstock
Jakarta - Setiap tanggal 25 April dunia memperingati Hari Malaria Sedunia, termasuk Indonesia. Namun sayangnya, malaria masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia.

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit Plasmodium. Biasanya nyamuk ini berkeliaran pada malam hari.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI, dr Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc mengatakan bahwa Indonesia masih berupaya untuk mengeliminasi malaria sejak presiden pertama, Soekarno hingga presiden saat ini, Joko Widodo.


"Eliminasi malaria adalah suatu upaya untuk menghentikan penularan malaria setempat," ujarnya saat press briefing di Gedung Adyatma Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/4/2018).

Baca juga:

dr Jane menyebutkan bahwa ada peningkatan titik eliminasi malaria di berbagai kabupaten Indonesia. Pada tahun ini, masih ada 229 kabupaten yang masih berkutat dengan kasus malaria.

"72 Persen penduduk Indonesia tinggal di tempat yang bebas malaria. Masih ada 10,7 persen masyarakat yang tinggal di daerah endemik menengah dan tinggi yang harus kita bantu, seperti di Papua, Papua barat, dan NTT," tuturnya.

Maka dari itu, diharapkan pada tahun 2009 sudah mencapai 300 kabupaten dan kota yang eliminasi malaria dan pada tahun 2030 sudah mencapai eliminasi di seluruh Indonesia, seperti komitmen Presiden Joko Widodo.



(wdw/mrs)
News Feed