Kamis, 26 Apr 2018 07:05 WIB

Ada 4 Juta Difabel di Indonesia Belum Rasakan Fasilitas yang 'Ramah'

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Difabel atau penyandang disabilitas di Indonesia masih juga belum mendapatkan fasilitas yang 'ramah' dan memadai. Walau pemerintah sendiri telah mengeluarkan UU No.8 tahun 2016 yang mengatur pemenuhan hak penyandang disabilitas baik hak ekonomi, politik, sosial maupun budaya.

Data dari Program Perlindungan dan Layanan Sosial (PPLS) pada 2012 menunjukkan ada 3.838.985 penyandang disabilitas yang tinggal di Indonesia.

Namun sayangnya mereka masih menghadapi beragam isu mobilitas sehari-hari, seperti trotoar yang dipenuhi pedagang kaki lima, jembatan bagi pejalan kaki tanpa fasilitas elevator, bahkan area khusus penyandang disabilitas yang disalahgunakan oleh para pengemudi transportasi umum.

"Saat ini berbagai kebutuhan penyandang disabilitas di masyarakat belum tersedia secara optimal. Terbatasnya sarana, prasarana, dan sumber daya manusia akan kebutuhan penyandang disabilitas memperbesar kesenjangan penyandang disabilitas untuk dapat berinteraksi dan berpartisipasi dalam masyarakat serta memenuhi kebutuhannya," tutur dr Anung Sugihantono, MKes, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI dalam sambutannya yang dibacakan pada acara Launching GrabGerak di Epicentrum Walk, Kuningan, Rabu (25/4/2018).



Anung melanjut, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa moda transportasi merupakan penunjang terhadap pelayanan kesehatan terutama pada daerah perkotaan. Namun keterbatasan akses transportasi juga masih menjadi momok tersendiri bagi para difabel.

Sri Purwanti, Kasubdit Gangguan Indera dan Fungsional Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI juga menyebutkan bahwa para difabel memiliki pelayanan kesehatan yang sama seperti orang lainnya.

"Hanya saja aksesibilitasnya, seperti tadi apakah semua layanan kesehatan memiliki itu? Apakah sudah ramah disabilitas? Misalnya orang-orang dengan kursi roda, atau orang-orang tuna rungu, bagaimana bahasanya, cara mereka menyampaikan keluhannya. Itu yang sedang ditingkatkan, dikembangkan oleh Kemenkes, bagaimana para petugas kesehatan ramah terhadap penyandang disabilitas," jelas Sri yang juga hadir dalam acara tersebut.

Grab Indonesia bekerja sama dengan Rexona meluncurkan GrabGerak, yaitu sebuah layanan baru dalam aplikasi transportasi online Grab yang dikhususkan bagi penyandang disabilitas. Sudah tersedia sejumlah 118 armada GrabCar dengan pengemudi yang telah terlatih dan tersertifikasi.

Layanan ini sudah dapat digunakan pada aplikasi Grab. Dengan diluncurkannya layanan GrabGerak ini membuat Sri berharap ke depannya akses bagi penyandang disabilitas pada layanan kesehatan juga semakin mudah.

"Luar biasa, orang-orang kok pada punya inovasi cepat sekali. Untuk kesehatan tentunya mereka bisa memberikan akses ke layanan kesehatan lewat layanan GrabGerak tadi," pungkas Sri.


[Gambas:Video 20detik]

(up/up)
News Feed