ADVERTISEMENT

Kamis, 26 Apr 2018 07:34 WIB

Adaptasi Genetik di Balik Kemampuan Menyelam Suku Bajo yang Mengagumkan

Firdaus Anwar - detikHealth
Studi terbaru oleh peneliti internasional melihat bahwa suku Bajo di Sulawesi memiliki gen yang membuat mereka bisa beradaptasi dengan kehidupan di laut. Foto: (Bahtiar/detikcom)
Jakarta - Suku Bajo di Sulawesi terkenal karena kemampuan menyelam yang hebat jauh di atas kemampuan manusia pada umumnya. Orang suku Bajo dapat menahan napasnya hingga beberapa menit dan menyelam beberapa meter di bawah laut hanya dengan menggunakan peralatan yang minim.

Hal ini menurut studi terbaru oleh peneliti yang dipublikasi dalam jurnal Cell bisa dilakukan karena suku Bajo sudah beradaptasi untuk kehidupan di laut. Setelah beberapa generasi hidup dengan mengandalkan sumber daya laut, genetik suku Bajo berubah membuatnya bisa menyelam lebih baik.



"Menyelam bebas sangat berbahaya. Penyelam yang sangat terlatih sekalipun sering meninggal karena hilang kesadaran saat berusaha naik ke permukaan dan akhirnya tenggelam," kata ahli genetik Melissa Ilardo.

"Ketika hal ini terjadi selama ribuan tahun, maka orang-orang yang mampu bertahan hidup menyelam bebas membawa gen yang bisa memberi mereka keuntungan," lanjutnya seperti dikutip dari CNN, Rabu (25/4/2018).

Peneliti yang melihat sampel DNA menemukan variasi dua gen yang mungkin jadi rahasia suku Bajo. Gen bernama PDE10A berkaitan dengan besar limpa dan gen bernama BDKRB2 yang berkaitan dengan kemampuan pembuluh darah untuk berkontraksi.

Suku Bajo diketahui bisa memiliki limpa hingga 50 persen lebih besar dari populasi umumnya. Menurut Melissa limpa ini bisa memiliki fungsi sebagai organ yang menyimpan darah merah kaya oksigen cadangan.

Sementara itu kemampuan pembuluh darah untuk berkontraksi bisa membuat darah yang kaya oksigen disalurkan lebih banyak ke organ-organ penting jantung dan otak.

"Apa yang kita bicarakan di sini adalah evolusi dalam jangka waktu relatif pendek," kata ahli biologi Profesor Marc Feldman dari Stanford University.

(fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Breaking News
×
Update Tragedi Kanjuruhan
Update Tragedi Kanjuruhan Selengkapnya