Sabtu, 28 Apr 2018 14:51 WIB

Ssst, Cahaya Lampu Perkotaan Disebut Bisa Picu Kanker

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Ilustrasi (Foto: Ahmad Masaul Khoiri) Ilustrasi (Foto: Ahmad Masaul Khoiri)
Jakarta - Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Health Perspectives menemukan hal mengejutkan. Dalam studi ini disebutkan bahwa paparan cahaya lampu LED atau 'cahaya biru' dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan prostat pada penggunanya.

Fakta ini terungkap dari hasil pengamatan peneliti tentang paparan cahaya artifisial atau buatan di luar ruangan (outdoor), terutama pada malam hari, pada 2.000-an pasien kanker payudara atau prostat dan 2.000 orang sehat yang tinggal di Barcelona dan Madrid.

Ternyata mereka yang sering terpapar cahaya biru tersebut berisiko 1,5 kali lebih besar untuk terserang kanker payudara, dan 2 kali lebih besar terkena kanker prostat, bila dibandingkan mereka yang jarang terekspos cahaya biru.


Risiko yang sama juga ditemukan pada pria yang terpapar cahaya buatan di dalam ruangan. Risikonya bahkan 2,8 kali lebih tinggi untuk kanker prostatnya.

"Untuk pertama kalinya kami melihat ada keterkaitan langsung antara warna lampu pada lampu-lampu artifisial di perkotaan dengan kasus perorangan," tandas peneliti, Alejandro Sanchez de Miguel dari University of Exeter, seperti dilaporkan CNN.

Bukti lain menunjukkan dampak paparan lampu artifisial yang didominasi spektrum warna lain seperti merah atau hijau tidak dikaitkan dengan perkembangan kanker.


Namun peneliti memaklumi ini karena cahaya biru memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dibandingkan spektrum warna lainnya, yang berarti lampu dengan warna biru mengandung energi lebih banyak dari warna lainnya. Karena besarnya energi tersebut, bila terpapar pada tubuh manusia maka dapat menekan atau menghambat pelepasan melatonin di otak.

"Melatonin itu hormon yang berperan penting dalam menjaga sinkronisasi jam dalam sel-sel tubuh. Kalau jam ini terganggu, maka tidak menutup kemungkinan ada peningkatan risiko kanker," jelas Kristen Knutson, profesor saraf dari Northwestern University namun tidak terlibat dalam studi ini.

Di samping itu, tambah Miguel, melatonin juga dikenal sebagai antioksidan yang dapat menekan pertumbuhan kanker yang sensitif terhadap hormon seperti kanker payudara dan prostat, walaupun hanya sedikit.

Namun Miguel mengingatkan bahwa cahaya biru tidak hanya ditemukan pada ponsel. Sebagian besar lampu artifisial di perkotaan juga menggunakan cahaya dengan warna ini.

"Tetapi kami hanya mengamati cahaya biru dari LED yang ada di luar ruangan, bukan ponsel atau tablet," tegasnya.

Meski demikian, Miguel menambahkan, mekanismenya bisa saja sama karena pada dasarnya fisiologinya sama.

(lll/ask)
News Feed