ADVERTISEMENT

Selasa, 08 Mei 2018 14:21 WIB

Putus Mata Rantai Thalassemia dengan Skrining Pra Nikah

Widiya Wiyanti - detikHealth
Skrining dapat mencegah bayi lahir dengan Thalassemia. Foto: Thinkstock
Jakarta - Thalasemia adalah penyakit kelainan sel darah merah yang mana sel darah merah mudah pecah. Penyakit ini merupakan kelainan genetik dan diturunkan oleh kedua orang tua.

Sayangnya, banyak orang yang tak menyadari bahwa dirinya pembawa sifat dari penyakit ini. Akibatnya, banyak orang Indonesia yang mengidap Thalassemia dan membutuhkan transfusi darah seumur hidup karena tidak bisa disembuhkan.

Meski tak dapat disembuhkan, Kepala Divisi Hematologi Onkologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr dr Pustika Amalia Wahidiyat, SpA(K) mengatakan bahwa penyakit ini bisa dicegah dengan melakukan skrining pra nikah.

"Penyakit ini tidak bisa diobati dan biayanya mahal seumur hidup. Jalan satu-satunya memutus mata rantai Thalassemia dengan skrining. Sedapat mungkin dilakukan skrining pra nikah, mungkin mulai dari SMA atau mahasiswa," ujarnya saat ditemui di Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (8/5/2018).


Dokter yang disapa Lia itu menyebutkan bahwa pentingnya skrining dapat mengurangi angka kelahiran bayi dengan Thalassemia. Karena menurut teori, seseorang dengan pembawa sifat Thalassemia (minor) yang menikah dengan pembawa sifat kemungkinan 25 persen melahirkan anak dengan Thalassemia mayor (butuh transfusi darah seumur hidup).

"Kalau kedua orang tua pembawa sifat, 25 persen anaknya bisa menjadi Thalassemia mayor yang butuh transfusi, 25 persen bisa punya anak sehat, dan 50 persen bisa punya anak pembawa sifat (minor). Tetapi itu adalah probabilitas," jelas dr Lia.

Itu lah pentingnya skrining pra nikah untuk menghindari anak lahir dengan Thalassemia mayor.



(wdw/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT