ADVERTISEMENT

Rabu, 09 Mei 2018 17:05 WIB

Perjuangan Pasien Lupus Tiara Savitri untuk Dapatkan Keturunan

Nabilla Nufianty Putri - detikHealth
Tiara Savitri sudah lebih dari 30 tahun hidup dengan penyakit lupus. Salah satu momen paling diingatnya adalah saat ingin mendapatkan keturunan. Foto: Nabila/detikHealth
Jakarta - Mengidap lupus sejak tahun 1987 tak membuat Tiara Savitri putus asa. Namun ada satu hal yang membuatnya resah, yakni keinginan untuk memiliki keturunan.

Tiara yang merupakan ketua Yayasan Lupus Indonesia menyebut prosesnya mendapatkan keturunan tak dilalui dengan mudah. Dokter tak menyarankan ia hamil. Tak hanya itu, ia juga mengalami tiga kali keguguran.

"Saya selalu bertanya pada dokter, dok apa saya bisa hamil? Boleh hamil? Dan selalu dengan jawaban yang sama yaitu, jangan dulu," ujar Tiara dalam diskusi Hari Lupus Sedunia, di Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Jl Percetakan Negara, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2018).

Tak puas hanya bertanya pada satu dokter, Tiara menanyakan pada beberapa dokter untuk mencari second opinion. Hingga akhirnya dokter mengizinkan Tiara hamil dengan beberapa syarat.

Salah satunya adalah Tiara harus menjalani beberapa program kehamilan yang bebas segala obat-obatan, demi kelancaran masa hamilnya. Tiara mengatakan ada dua kemungkinan ketika ia menjalani program hamil.

Pertama lupusnya akan semakin bertampah parah selepas hamil. Kemungkinan kedua, lupusnya malah menjadi lebih stabil dan tenang.

Ternyata lupus yang dialami Tiara memberikan reaksi kedua yaitu, lupus yang ia alami menjadi lebih tenang. Bahkan Tiara mengungkapkan bahwa ia tidak harus minum obat-obatan lagi dan dapat beraktivitas seperti orang normal pada umumnya.

"Dan ternyata saya melahirkan dengan cesar waktu itu, berat anak saya 2 kilogram yang normalnya 2,5 kilogram. Jadi harus di inkubator beberapa hari, saat saya akan keluar rumah sakit ternyata anak saya juga boleh keluar, kata dokter sih dibesarkan di rumah saja," ujarnya lagi.

Namun ada satu kekhawatiran Tiara yang jadi kenyataan. Sang putra semata wayang didiagnosis positif mengidap lupus. Hal ini dikarenakan lupus yang dimiliki Tiara bersifat genetik.

"Ternyata, saat usia 12 tahun, anak saya juga terdiagnosa lupus. Saya rasa ini sifatnya genetik karena sembilan tahun lalu ayah saya terdiagnosa Lupus dan ibu saya juga meninggal karena lupus," tandasnya.


(mrs/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT