Senin, 14 Mei 2018 19:18 WIB

Cerita Menkes Tentang Pecahan Bom yang Melukai Korban Aksi Teror

Widiya Wiyanti - detikHealth
Warga menyalakan lilin, dukungan untuk korban aksi teror (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek pada hari Minggu (13/5/2018) menilik para korban bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Ia mendatangi tiga rumah sakit, yaitu RS Dokter Soetomo, RS Bedah Surabaya, dan RS Angkatan Laut Ramelan.

Ditemui di Ruang Maharmardjono Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Menkes Nila bercerita bahwa ada berbagai jenis pecahan bom yang mengenai korban.

"Pecahan-pecahan isinya itu ada yang diberitahu dokternya sampai ada pisau lipat yang kelempar kena ke korban," ujarnya, Senin (14/5/2018).

"Ada diperlihatkan menurut saya bukan besi kali, apa ya baja. Potongan sebesar ini (sebesar jari telunjuk), berbelok lagi. Nah ini kena kaki seseorang," lanjutnya.



Pisau lipat, baja, dan pecahan kaca disebutnya melukai beberapa korban yang mengharuskan mereka mendapat perawatan intensif. Hal ini pasti menyebabkan trauma yang sulit dilupakan para korban.

"Ada juga yang kena kaca, bapak ini bisa bicara, kepalanya jadi beliau agak jauh, kacanya jatuh kena kepala. Dia trauma kapitis (trauma kepala), di rumah sakit di-CT scan tidak ada pendarahan atau apa, dia bisa berapa hari bisa pulang," cerita Menkes Nila.

Menkes Nila pun prihatin atas kejadian tersebut. Bahkan ia menganggap aksi itu merupakan perbuatan yang tidak beradab.

"Pertama-tama kami sangat prihatin dan tidak menerima perbuatan-perbuatan yang mungkin bisa dikatakan perbuatan yang 'tidak beradab'," tegasnya.

(wdw/up)