Selasa, 15 Mei 2018 12:06 WIB

Sebar Hoax di Tengah Teror Tanda Seseorang Tak Punya Empati

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Polisi berjaga di kawasan Gereja Santa Anna Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (14/5/2018). Sebelumnya beredar informasi teror bom terhadap gereja tersebut. Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta - Polisi berhasil menangkap penyebar isu hoax bom di Duren Sawit. Hal ini berkaitan dengan isu teror bom di Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Senin 14 Mei 2018 kemarin.

Polisi mengatakan sekitar pukul 08.00 WIB mendapat panggilan telepon dari pihak gereja bahwa sebuah mobil melemparkan benda mencurigakan. Namun setelah tim Gegana melakukan sterilisasi di lokasi tersebut, tidak ditemukan adanya ancaman dan menyebut kabar itu dipastikan hoax.


dr Andri, SpKJ, dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera mengatakan menyebar hoax terkait teror yang terjadi baru-baru ini merupakan perbuatan tidak terpuji. Sebagai manusia yang berjiwa sehat, seharusnya tindakan tersebut tak boleh dilakukan.

"Alasan kejiwaan pastinya tidak tahu ya, tapi orang yang ikut memperkeruh suasana pada saat orang lain menderita karena duka akibat bom jelas adalah orang yangg tidak punya empati," ungkap dr Andri kepada detikHealth.

Di saat terjadi teror yang menyebabkan duka mendalam, tidak seharusnya ada orang yang memanfaatkan hal tersebut untuk memperkeruh situasi, terutama di media sosial.

Dengan ribut-ribut di media sosial, apalagi sampai menyebar hoax, tujuan untuk memberantas terorisme tidak akan tercapai.

"Makanya saya di Twitter juga nggak komentar banyak selain mengucapkan belasungkawa. Kalau kita ribut sendiri malah sebenarnya kita tidak berempati dengan para korban dan keluarganya," tambah dr Andri lagi.

(mrs/up)