Kamis, 17 Mei 2018 09:25 WIB

Ramai Laurel vs Yanny, Begini Artinya Menurut Ahli Saraf

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Kamu dengarnya Yanny atau Laurel? Foto: Istimewa Kamu dengarnya Yanny atau Laurel? Foto: Istimewa
Jakarta -
Lagi-lagi sebuah kasus viral yang membuat warganet geram karena mereka sisi psikologis mereka dipermainkan. Tak cukup dengan The Dress (baju biru -hitam atau putih-emas?), kini ada rekaman yang diunggah oleh YouTuber Cloe Feldmen asal California.

Rekaman berdurasi empat detik tersebut awalnya diunggah oleh pengguna Reddit bernama RolandCamry. Hanya dalam beberapa hari, rekaman yang membingungkan apakah mereka mendengar kata 'Yanny' atau 'Lauren' tersebut menjadi viral dan menimbulkan debat intens.
Sampai-sampai artis mancanegara seperti Chrissy Teigen dan Mindy Kaling juga terlibat dalam debat tersebut. Sehingga hal ini membuat Don Vaughn, PhD, seorang ahli saraf dan juga musisi, ingin menelusuri fenomena menarik ini.
Ia menjelaskan, otak mencoba usaha terbaiknya untuk membuat 'one unified model of the world', di mana maksudnya satu model yang menggeneralisasikan sesuatu hal yang dapat dipahami oleh semua orang di dunia.

"Tapi pada akhirnya, tiap otak pada tiap orang merupakan interpretasi individual. Kerja otakmu adalah untuk mengonstruksi apa yang kemungkinan besar adalah realita, sehingga ia membuat tebakan terbaik," jelasnya, dikutip dari Health.com.

Hasilnya? Kamu bisa mendengar Laurel atau Yanny, dan Vaughn mendebat kita juga bisa mendengar kedua kata tersebut. Bagi Vaughn, ini hanya konflik antara reaksi tebakan awal kita dan fakta bahwa ada interpretasi lainnya.

Sebagai tambahan interpretasi unik otak kita terhadap rekaman tersebut, mau kamu mendengar Laurel atau Yanny bergantung pada kemampuan kamu mendengar frekuensi tinggi atau rendah.

Di dalam telinga kita, lanjut Vaughn, ada sensor-sensor kecil yang disebut hair cells. Mereka menangkap gelombang suara dan mengirimkannya ke otak. Jika kamu kehilangan seluruh hair cells maka kamu tak dapat mendengar, di mana paparan bising dapat merusak sel-sel tersebut dan sayangnya mereka tak dapat tumbuh kembali.
Sehingga spekulasi darinya adalah jika orang yang lebih tua dan punya hair cells lebih sedikit kemungkinan besar akan mendengar kata Laurel karena mereka tak dapat mendengar frekuensi tinggi, di mana dalam rekaman tersebut frekuensinya cukup ekstrem.

"Kebanyakan dari kita terbiasa mendengar frekuensi medium, di mana justru lebih sulit untuk menentukan apakah rekaman tersebut mengatakan Laurel atau Yanny," kata Vaughn.

Sebagai ahli saraf yang juga seorang DJ, ia menyebutkan bahwa memainkan frekuensi dalam rekaman tersebut juga dapat menjadi trik tertentu. Jika dalam frekuensi rendah, mungkin kamu akan lebih mendengar Laurel, dan jika kebalikannya dalam frekuensi tinggi, kata Yanny akan lebih terdengar.

"Mungkin, ini seperti menunjukkan kepada sekumpulan orang yang berdebat apa itu merah atau jingga. Beberapa orang akan menyebut warna itu merah sementara yang lainnya berdebat bahwa itu jingga. Pertanyaan yang sebenarnya adalah berapa persentasenya untuk mendengar keduanya pada derajat tertentu," tandas Vaughn.





Coba dengar audio ini, Yanny atau Laurel:

(frp/up)
News Feed