Kamis, 17 Mei 2018 18:52 WIB

Konsumsi Antibioktik Tingkatkan Risiko Batu Ginjal

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Konsumsi antibiotik ternyata bisa tingkatkan risiko batu ginjal. Foto: Thinkstock Konsumsi antibiotik ternyata bisa tingkatkan risiko batu ginjal. Foto: Thinkstock
Jakarta - Konsumsi antibiotik tidak hanya meningkatkan resistensi bakteri. Penelitian terbaru dari Amerika Serikat menyebut antibiotik juga memengaruhi risiko terkena batu ginjal.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American Society of Nephrology, konsumsi antibiotik jenis penisilin, sulfa, cephalosporins, fluoroquinolones dan nitrofurantoin diketahui meningkatkan risiko batu ginjal.


Dikutip dari NY Times, penelitian dilakukan kepada lebih dari 25 ribu pasien batu ginjal. Para pasien diteliti dampak penggunaan antibiotiknya selama tiga hingga dua belas bulan.

Setelah memangkas faktor infeksi, penyakit gout dan diabetes, ditemukan bahwa antibiotik jenis penisilin meningkatkan risiko batu ginjal hingga 27 persen. Obat antibioktik jenis sulfa bahkan memiliki risiko tinggi, lebih dari 50 persen.

Uniknya risiko batu ginjal ini ditemukan lebih besar pada anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun. Peneliti utama dr Gregory E. Tasian, pakar urologi dari Children's Hospital of Philadelphia, mengungkapkan hubungan antara risiko batu ginjal dengan konsumsi antibiotik masih misterius.

Meski begitu, ia meyakini bahwa ada hubungan antara mikrobiota usus dengan konsumsi obat antibiotik, terutama obat untuk menyembuhkan penyakit saluran kencing.

"Hubungan antara risiko dan manfaat antibioktik bagi tubuh masih perlu dibahas. Kita harus bisa meresepkan antibiotik tanpa memikirkan masalah kesehatannya," tutup Tasian.



(wdw/up)
News Feed