Jumat, 25 Mei 2018 16:17 WIB

Bisa Berhenti Saat Puasa, Berani Nggak Setop Rokok Seterusnya?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Merokok adalah faktor risiko utama beberapa jenis penyakit mematikan (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Rokok masih menjadi momok menakutkan karena menyebabkan berbagai jenis penyakit mematikan, seperti penyakit jantung dan stroke. Sudah tahu memiliki risiko berbahaya, masih saja banyak masyarakat Indonesia yang tetap merokok.

Menurut mereka yang merokok, keinginan berhenti itu ada, namun dirasa sangat sulit. Seperti Rahmat karyawan salah satu perusahaan swasta di Jakarta mengaku sangat sulit untuk berhenti merokok.

"Mau berhenti, udah nyoba tapi susah banget. Coba kurangi dikit-dikit tapi tetap aja balik lagi," ujarnya kepada detikHealth.



Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr Cut Putri Arianie, MHKes mengatakan bahwa saat puasa seperti ini bisa dijadikan ajang untuk berhenti merokok.

"Ini momentum yang baik sekali untuk berhenti merokok," tegasnya.

"Itu kan latihan seseorang untuk berhenti merokok. Kalau dia bisa pas puasa tahan diri sampai buka, kenapa nggak dilanjutkan? Kalau itu bisa, kenapa nggak dilanjutkan sampai sahur," jelas dr Cut.

Menurutnya, semua perokok harus berlatih berhenti merokok di bulan yang baik ini. Ketika dalam satu bulan bisa menahan diri untuk tidak merokok, itu akan memudahkan mereka untuk tidak merokok di bulan-bulan selanjutnya.

"Dengan niat yang kuat dan latihan di bulan puasa, ini mungkin bisa untuk berhenti merokok," tutupnya.

(wdw/up)