Kamis, 31 Mei 2018 08:56 WIB

Akibat Wajahnya Dilukis, Wajah Bocah Ini Timbul Ruam dan Kulitnya Berubah

Widiya Wiyanti - detikHealth
Setelah dilukis wajahnya, bocah alami ruam dan kulitnya berubah warna. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Seorang bocah laki-laki harus merasakan ruam di kulit wajahnya setelah wajahnya dilukis menjadi karakter tokoh superhero di Legoland Florida. Seharusnya sepulang dari sana ia merasakan keceriaan, namun malah naas yang didapat.

Kejadian itu terjadi saat bocah yang tak diketahui namanya itu berusia tujuh tahun, tepat di bulan Mei 2016. Awalnya, setelah dilukis, ibunya, Jessica Bermudez-Smith hanya menemukan iritasi di pipi putranya. Namun seminggu kemudian anaknya mengeluh wajahnya menjadi gatal dan terasa seperti terbakar.

Ruam menjalar di pipinya dan Bermudez-Smith Jessica membawanya berobat ke dokter mereka di Jacksonville, kemudian dia diberi obat. Tapi ruamnya tak kunjung hilang dan menyebar di sekitar hidung dan mulutnya, menyebabkan bintik-bintik hitam dan perubahan warna kulit.


Dokter pun mendiagnosisnya dengan eksim dan memberinya obat untuk mengobatinya.

"Kami mengunjungi beberapa dokter, dan setelah 23 bulan dengan berbagai perawatan dan resep, kondisi kulitnya (anaknya) terus memburuk, dan para dokter menjadi bingung mengapa perubahan warna dan ruam tidak juga hilang," kata Jessica dikutip dari DailyMail.

"Dia memiliki dua lingkaran besar di bawah setiap pipi yang dia coba sikat tetapi tampaknya itu akan membekas," lanjutnya.

Kasus ini pun dibawa Jessica ke ranah hukum dengan menuntut pihak Legoland. Mentor Junior, pengacara keluarganya mengatakan bahwa tidak yakin apakah cat itu sendiri atau kondisinya yang tidak bersih yang menyebabkan ruam. Tetapi dokter sangat yakin kulit anak itu memiliki reaksi negatif terhadap cat.

"Dia tidak pernah melukis wajahnya sebelumnya dan dia tidak memiliki masalah kulit sebelumnya, jadi ini cukup baru bagi mereka," tutur Jessica.


Sebuah penelitian di tahun 2010 menemukan bahwa lebih dari sepertiga orang memiliki setidaknya satu reaksi alergi terhadap bahan kosmetik.

Kulit dapat mengalami dua jenis reaksi. Yang pertama disebut dermatitis kontak iritan, yang terjadi ketika kulit telah rusak. Kulit mungkin terasa gatal, menyengat, terbakar dan mungkin mengembangkan lecet.

Yang kedua disebut dermatitis kontak alergika, yang merupakan reaksi alergi terhadap materi. Kulit bisa menjadi merah dan gejalanya bisa meliputi kemerahan, bengkak, dan gatal-gatal.

Biasanya, reaksi kulit seperti itu tidak berlangsung selama dua tahun seperti yang dimiliki bocah laki-laki itu. Selain itu, dokter juga belum dapat mendiagnosis dengan tepat apa yang diidapnya.



(wdw/up)