Rabu, 06 Jun 2018 17:15 WIB

Petugas Kesehatan Selesai Berikan Vaksin Ebola untuk Warga Kongo

Firdaus Anwar - detikHealth
Wabah ebola melanda Kongo (Foto: thinkstock) Wabah ebola melanda Kongo (Foto: thinkstock)
Jakarta - Untuk mencegah wabah Ebola di Republik Kongo menyebar, Badan Kesehatan Dunia (WHO) melakukan respons darurat dengan mengizinkan penggunaan vaksin eksperimental. Harapannya vaksin dapat mencegah terulangnya tragedi di Afrika Barat yang menewaskan sekitar 11 ribu jiwa.

Sejauh ini di Kongo tercatat ada 53 kasus terduga Ebola dengan korban meninggal mencapai 25 jiwa. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Kongo pada Senin (4/6) melaporkan telah memvaksinasi 1.112 warganya yang dinilai berisiko tinggi terpapar virus.



Mereka yang disebut berisiko terpapar adalah pihak keluarga atau siapa saja yang melakukan kontak berdekatan dengan pasien.

Kemenkes Republik Kongo mengatakan sejak 25 Mei lalu sudah tidak ada kasus baru. Namun demikian otoritas mengaku masih terlalu dini untuk menilai apakah wabah benar-benar berakhir atau belum.

Vaksin VSV-EBOV yang digunakan merupakan vaksin buatan perusahaan farmasi Merck. WHO menilai penggunaan vaksin eksperimental yang diizinkan sejak 21 Mei ini sebagai langkah drastis dalam peperangan melawan Ebola.

Untuk saat ini otoritas tinggal memantau perkembangan kasus baru. Namun para ahli optimis bahwa wabah Ebola di Kongo bisa dikendalikan.

(fds/up)