Jumat, 08 Jun 2018 14:35 WIB

Makan Buah Delima Impor, Seorang Wanita Tewas Karena Hepatitis A

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Seorang wanita asal Australia tewas setelah mengonsumsi buah delima yang diimpor dari Mesir. Foto: ilustrasi/thinkstock Seorang wanita asal Australia tewas setelah mengonsumsi buah delima yang diimpor dari Mesir. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Seorang wanita asal Australia tewas setelah mengonsumsi buah delima yang diimpor dari Mesir. Ia positif meninggal karena terinfeksi penyakit hepatitis A.

Wanita berusia 64 tahun yang tidak disebutkan namanya ini meninggal setelah mengonsumsi delima beku impor dari Mesir. Ia menjadi satu-satunya korban meninggal dari 24 korban kasus infeksi hepatitis A di Australia Selatan.



"Laporan menyebut infeksi hepatitis A hanya ditemukan pada buah delima impor. Buah delima lokal tidak berbahaya," ungkap Prof Paddy Phillips, Kepala Departemen Kesehatan Australia Selatan, dikutip dari ABC Australia.

Phillips menyebut hepapatis A mudah ditemukan pada makanan yang terpapar kotoran manusia. Diyakini, penyimpanan dan pengiriman buah dengan higienitas buruk menjadi penyebab infeksi hepatitis A di Australia.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat Australia Selatan untuk lebih sering membersihkan kulkas. Cuci buah secara menyeluruh usai dibeli di supermarket untuk menjaga kebersihannya.

Menurut situs MayoClinic, hepatitis A adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (VHA), termasuk picornaviridae yang merupakan RNA virus. Virus ini bersifat tahan asam, termostabil, dan tahan terhadap empedu.

Hepatitis A dapat menyebar dengan mudah melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi virus dari kotoran orang yang telah terinfeksi. Perilaku hidup bersih, antara lain melalui cuci tangan dengan sabun bisa mencegah penularan penyakit ini. Pemberian imunisasi hepatitis A sedini mungkin juga akan sangat membantu menghambat penyebaran virus ini.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa mereka menargetkan bakal mengurangi adanya infeksi virus hepatitis baru sebanyak 90 persen dan kematian akibat infeksi virus hepatitis sebanyak 65 persen pada tahun 2030 nanti.

(mrs/up)
News Feed