Minggu, 10 Jun 2018 07:10 WIB

Tergolong Infeksi Ringan, Mengapa Hepatitis A Bisa Mematikan?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Tergolong infeksi ringan, hepatitis A bisa mematikan/Foto: Thinkstock
Jakarta - Secara umum hepatitis A tidak berbahaya dan juga tidak akan menjadi hepatitis kronis, akan tetapi ada satu kasus langka di mana hepatitis A juga bisa menyebabkan kematian. Kondisi ini disebut dengan fulminant hepatitis.

Fulminant hepatitis menurut situs WebMD merupakan kondisi di mana mendadak hati gagal berfungsi, lebih sering disebut dengan gagal hati akut. Penyakit hepatitis kronis ini lebih sering terjadi pada lansia atau orang yang mempunyai penyakit hati kronis.

Gejalanya mirip dengan sakit hepatitis biasa, akan tetapi ketika semakin memburuk ada gejala lain yang muncul seperti rasa kantuk akut, kebingungan, perut bengkak, perubahan sikap seperti jadi sering jengkel dan mudah terluka atau berdarah.



"Bisa terjadi walau angka kejadiannya kecil, tapi kalau terjadi agak sulit penanganannya, mortalitasnya 80 persen dan biasanya menunjukkan indikasi harus dilakukan transplantasi hati," kata Dr dr Andri Sanityoso, SpPD-KGEH dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo saat dihubungi detikHealth baru-baru ini.

Suntik vaksin hepatitis A dapat membantu mengurangi risiko ini, yang biasanya sudah diprogramkan sejak bayi. Dan jika kamu pernah mengidap hepatitis A sebelumnya, ia tidak akan kambuh kembali karena tubuh kita secara otomatis membentuk antibodi yang juga terdapat pada vaksin tersebut.

"Kalau vaksin HAV dan HBV (untuk hepatitis B) biasanya sudah diprogram ya. Sekarang ada vaksin kombinasi hepatitis A dan B, jadi satu vaksin. Tapi kita mesti pesen dan bayar sendiri," ujar dr Andri lagi.

(frp/up)