Minggu, 10 Jun 2018 07:53 WIB

Setahun Jupe Meninggal, Ini Pesan Ahli tentang Kanker Serviks

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Julia Perez meninggal 10 Juni 2017 setelah bergelut dengan kanker serviks atau kanker leher rahim (Foto: Hanif Hawari/detikHOT) Julia Perez meninggal 10 Juni 2017 setelah bergelut dengan kanker serviks atau kanker leher rahim (Foto: Hanif Hawari/detikHOT)
Jakarta - Tepat setahun lalu, Yuli Rahmawati alias Julia Perez meninggal setelah bergelut dengan kanker serviks stadium empat. Konsultan onkologi ginekologi senior dari RS Cipto Mangunkusumo menyampaikan pesan khusus tentang penyakit tersebut.

"Seluruh perempuan perlu melakukan deteksi dini dengan IVA (inspeksi visual asam asetat) atau pap smear," pesan Dr dr Laila Nuranna, SpOG(K)Onk, saat dihubungi detikHealth, Minggu (10/6/2018).

Meninggalnya Julia Perez alias Jupe setahun silam, diakuinya cukup berpengaruh bagi kepedulian terhadap kanker serviks. Namun demikian, hingga saat ini masih banyak mitos menyesatkan seputar penyakit tersebut. Salah satunya bahwa kanker serviks hanya dialami oleh perempuan dengan perilaku seks tertentu.

"Sejujurnya memang related, ada keterkaitan dengan perilaku seks. Tetapi stigma ini menjadi momok, karena sebenarnya penyebabnya adalah virus yang sangat umum. Siapa saja bisa terkena," jelas dr Laila, yang namanya sudah malang melintang di berbagai seminar tentang kanker serviks.


Setahun Jupe Meninggal, Ini Pesan Ahli tentang Kanker Serviks


Ditambahkan oleh dr Laila, pap smear dan IVA perlu dilakukan sebagai langkah deteksi dini. Semakin dini gejala kanker serviks ditemukan, maka peluang untuk bisa disembuhkan akan jauh lebih besar. Faktanya, banyak pasien kanker serviks datang ketika kondisinya sudah telanjur parah dan akhirnya berdampak fatal.

Sedangkan untuk vaksin HPV (human papilloma virus), dr Laila menyebutnya 'mungkin perlu' dilakukan. Namun vaksin tersebut lebih diprioritaskan sebagai langkah pencegahan pada perempuan usia dewasa muda.

"Kalau sudah menikah atau aktif secara seksual, boleh vaksin tetapi efektivitasnya lebih rendah," kata dr Laila.





Tonton juga 'Bahaya Kanker Serviks yang Renggut Nyawa Jupe!':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)
News Feed