ADVERTISEMENT

Kamis, 28 Jun 2018 07:32 WIB

Harapan Baru dalam Sejarah Medis di Indonesia dan Asia

Luthfiadesta Andiko Putranti - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Indonesia dan Kawasan Asia punya sejarah dalam bidang sosial, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan yang menjadi pengaruh dalam perkembangan ilmu kedokteran dan kesehatannya.

Sehingga sejarah dari sejak masa kerajaan, era kolonialisme, sampai masa sebelum merdeka maupun kontemporer masih layak dipelajari dan dihubungkan dengan konteks masa kini.

Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) menjadi fasilitator dalam penyelenggaraan pertemuan antara History of Medicine in South East Asia (HOMSEA) dan Asian Society for the History Medicine (ASHM), yaitu simposium bertema Colonial Medicine in Post-Colonial Times: Continuity, Transition, and Change.


"Perkembangan ilmu kesehatan di Asia, termasuk Indonesia, sangat dipengaruhi oleh masa kolonialisme dan turbulensi sosial yang menyertainya," ujar Profesor Sangkot Marzuki, selaku ketua dari AIPI, di Perpustakaan Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/06/2018).

Simposium ini diadakan sebagai langkah awal untuk menambah dominasi sejarawan dalam bidang medis dari Indonesia di HOMSEA dan ASHM dengan harapan dapat menciptakan berbagai hal besar ke depannya.

"Saya amat terkesan dengan banyaknya ilmuwan Indonesia yang mempelajari sejarah ilmu kedokteran yang jumlahnya lebih banyak daripada para ahli di luar negeri. Ternyata penelitian tentang sejarah ilmu kedokteran dapat berkembang sangat baik di sini," ungkap Wakil Ketua HOMSEA, Profesor Hans Pols.

(frp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT