Kamis, 28 Jun 2018 17:02 WIB

Petenis Serena Williams Tetap Menstruasi Saat Hamil, Kok Bisa?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Serena Williams alami perdarahan saat hamil. Foto: Jeff Gross/Getty Images
Jakarta - Petenis Amerika, Serena Williams menjadi buah bibir saat hamil karena masih sangat antusias untuk bermain tenis. Bukan hanya itu, ternyata wanita berusia 36 tahun ini juga dikabarkan mengalami menstruasi pada saat hamil. Mungkinkah terjadi?

Dalam wawancaranya dengan InStyle, Serena benar-benar terkejut saat mengetahui dirinya hamil. Padahal satu minggu sebelumnya masih mengalami menstruasi.

"Saya benar-benar memiliki siklus sebelumnya. Jadi saya terkejut ketika saya melihat hasilnya (tes kehamilan) dan bahkan lebih terkejut ketika dokter mengatakan kehamilan saya sudah tujuh minggu," ujarnya dikutip dari DailyMail.

Beberapa ginekologi mengatakan setiap wanita hamil bisa saja mengalir darah dari vaginanya seperti menstruasi, tetapi perlu ditegaskan bahwa hal tersebut bukan merupakan menstruasi.


"Sekitar 20-40 persen wanita hamil dapat mengalami perdarahan sebelum minggu ke-14 (pada trimester pertama)," ungkap seorang profesor kebidanan dan ginekologi di Northwestern University, dr Lauren Streicher.

Menurutnya, sekitar sepertiga wanita mengalami ini sekitar 6-12 hari setelah pembuahan. Setelah sel sperma membuahi sel telur menjadi embrio, embrio bergerak ke rahim untuk menanamkan dirinya ke dinding rahim atau disebut implantasi.

Dalam beberapa kasus, implantasi ini dapat menjadi tidak sempurna yang mengakibatkan sedikit darah keluar melalui vagina.

Sementara itu, dr Aparna Sridhar seorang ginekolog UCLA mengatakan bahwa salah satu penyebab keluarnya darah saat hamil karena terjadi keguguran. Itu umum terjadi perdarahan dai leher rahim, rahim, atau vagina.

"Atau mungkin dipicu oleh infeksi atau peradangan, polip, atau sel kanker serviks yang abnormal," tuturnya.

Kebiasaan merokok, ketidakseimbangan hormon, dan infeksi bisa meningkatkan risiko terjadinya perdarahan saat hamil.

(wdw/up)