Jumat, 06 Jul 2018 18:48 WIB

Pemilik Warkop di Makassar Minta Kejelasan Soal Susu Kental Manis

Ibnu Munsir - detikHealth
Salah seorang pedagang warung kopi yang menggunakan susu kental manis (Foto: Ibnu Munsir/detikHealth) Salah seorang pedagang warung kopi yang menggunakan susu kental manis (Foto: Ibnu Munsir/detikHealth)
Makassar - Kontroversi penggunaan susu kental manis direspons pengusaha warung kopi (Wakop) di Makassar, Sulawesi Selatan. Menurut pedagang, isu susu kental manis tak mengubah minat masyarakat untuk memesan minuman dengan mencampurkan susu kental manis diminumnya.

"Kalau selama ini isu itu tidak terlalu berpengharuh juga kepada pelanggan. Mereka juga tetap memesan kopi dan diminta dicampur susu kental, begitu juga teh, dan minuman lainya," kata Saleh Ibrahim, salah seorang pengusaha Warkop, ditemui di Warung Kopi Siama, Jalan Urip Sumoharjo, Jumat (6/7/2018).

Meski begitu, isu pengunaan susu kental manis bagi kalangan usia tertentu hingga tak mengandung susu asli perlu penjelasan lebih. Ia meminta BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan produsen susu memberi keterangan jelas terhadap produk susu mereka.

"Harus ada kejelasan terkait isu itu, karena jangan sampai berpengaruh sama kita ini. Kita bisa gunakan 30-35 susu kental manis sehari," jelasnya.

Sementara itu, salah seorang penikmat susu, Andi Amin mengatakan khawatir mendengar isu terkait susu kental manis. Ia meminta produsen susu memberikan penjelasan terkait kandungan dari susu kental manis.

"Kita ini penikmat kopi susu, jujur khawatir setelah ada itu. Makanya kita minta produsen kasih kejelasan terkait dengan susu kental manis miliknya," harap Andi.



"Bisa jadi kita tidak pakai susu lagi kalau tidak ada kejelasan terkait produk susu kental manis," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, BPOM sudah menerbitkan edaran soal produk kental manis ini. Surat edaran BPOM itu ditujukan untuk produsen, importir, distributor produk susu kental, dan analognya.

Surat edaran itu bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 tentang 'Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3)'.

"Dalam rangka melindungi konsumen, utamanya anak-anak, dari informasi yang tidak benar dan menyesatkan, perlu diambil langkah perlindungan yang memadai," demikian bunyi surat edaran tersebut.

(up/up)
News Feed