Senin, 09 Jul 2018 14:25 WIB

BPOM: Tak Perlu Tarik Susu Kental Manis, Tak Perlu Hapus Kata 'Susu'

Widiya Wiyanti - detikHealth
Kepala BPOM Penny K Lukito (Foto: Grandyos Zafna) Kepala BPOM Penny K Lukito (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Banyak beredar informasi yang meyebut susu kental manis (SKM) bukan merupakan susu. Anggota Komisi Kesehatan DPR RI (Komisi IX) Okky Asokawati mengusulkan kata 'susu' dihapus pada produk kalengan susu kental manis.

Saat ditanya mengenai hal tersebut, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Penny K Lukito menegaskan bahwa tidak ada yang perlu dihapus dari nama produk SKM. Tidak perlu juga ada penarikan izin edar untuk produk-produk tersebut.

"Tidak ada yg perlu ditarik," tegasnya saat ditemui di Aula Gedung C BPOM, Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Senin (9/7/3018).

Tonton juga 'Kemenkes Minta Masyarakat Kurangi Konsumsi Susu Kental Manis':

[Gambas:Video 20detik]



"Sekarang meluruskan informasi ke depan, tidak ada lagi iklan yang salah memberikan persepsi dan edukasi pada masyarakat," lanjut Penny.

Penny mengatakan bahwa SKM mengandung susu meskipun dengan konsentrasi rendah. Sementara itu, Direktur Pengawasan Pangan Risiko Tinggi dan Teknologi Baru, Tetty Helfery Sihombing menjelaskan bahwa SKM merupakan produk susu yang dipekatkan.

"SKM adalah produk susu yang dipekatkan. Bisa susu bubuk dicampur gula. Ada krimer kental manis, itu dari krimer yang bisa bukan dari susu tapi dari nabati, ada juga yang susu tapi lebih kecil dari SKM," jelas Tetty.

Setiap produk harus memiliki label kandungan yang terdapat pada masing-masing produk. Namun, pada beberapa produsen ada yang melanggar hal ini.

Maka dari itu, BPOM menyarankan seluruh masyarakat untuk selalu membaca label produk makanan dan minuman dengan teliti.

"Kita pun akan terus mengajak masyarakat untuk membaca label," tandasnya.



BPOM: Tak Perlu Tarik Susu Kental Manis, Tak Perlu Hapus Kata 'Susu'
(wdw/up)
News Feed