Senin, 16 Jul 2018 07:35 WIB

Ketika Membaca Membunuhmu, Ilmuwan Temukan Buku Kuno Beracun

Firdaus Anwar - detikHealth
Tiga buku kuno dari era Renaisans ditemukan mengandung racun arsenik. Foto: Live Science/University of Southern Denmark
Jakarta - Dari segala hal berbahaya yang bisa mengancam nyawa, membaca buku mungkin tidak pernah atau jarang diperhitungkan. Namun kalau kamu membaca salah satu dari tiga buku kuno yang ditemukan di perpustakaan University of Southern Denmark, ada kemungkinan kamu bisa meregang nyawa.

Alasannya karena tiga buku tersebut dilapisi dengan senyawa kimia arsenik. Menurut petugas perpustakaan Jakob Povl Holck awalnya mereka sedang berusaha mencari informasi tersembunyi dengan menggunakan rontgen.


Tonton juga 'Wow! Ternyata Racun Kalajengking Bahan Utama Anti Kanker':

[Gambas:Video 20detik]

"Kami membawa tiga buku ke laboratorium X-ray karena sebelumnya perpustakaan menemukan pecahan manuskrip dari jaman pertengahan seperti hukum Romawi dan hukum kanonik dipakai sebagai sampul," kata Jakob seperti dikutip dari Live Science, Minggu (15/7/2018).

Meski berbahaya pada abad ke-19 ada waktu di mana arsenik populer digunakan sebagai zat pewarna untuk tembok, perangko, baju, hingga tinta kertas. Seseorang bisa mengalami keracunan arsenik bila terpapar langsung masuk ke mulut misalnya saja ketika menjilat jari yang menyentuh permukaan buku yang terkontaminasi.

Gejala-gejala keracunan arsenik akut dapat terjadi dalam dua bentuk. Pertama mengakibatkan kelumpuhan parah yang dapat terjadi dalam waktu 1-2 jam dan biasanya sering ditandai dengan tanda-tanda mengigau atau kegilaan. Sedangkan yang kedua dalam gangguan pencernaan seperti mual, sakit kepala, nyeri hebat, muntah dan diare.

Zat arsenik dapat mematikan dengan cara merusak sistem pencernaan orang tersebut sehingga menyebabkan kematian karena shock. Beberapa tokoh yang pernah keracunan arsenik adalah Napoleon Bonaparte dan Munir.

Peneliti dilaporkan sudah mengisolasi tiga buku tersebut di ruangan khusus. Rencananya pihak perpustakaan akan membuatkan versi digitalnya sehingga orang-orang bisa menikmati isi buku tanpa risiko keracunan.



Ketika Membaca Membunuhmu, Ilmuwan Temukan Buku Kuno Beracun
(fds/up)