Kamis, 19 Jul 2018 10:26 WIB

Soal Layanan Kesehatan Jemaah Haji, Begini Update dari Menkes

Suherni Sulaeman - detikHealth
Menkes Nila F Moeloek (Foto: Frieda Isyana Putri) Menkes Nila F Moeloek (Foto: Frieda Isyana Putri)
Jakarta - Jemaah calon haji Indonesia kloter pertama sudah diberangkatkan pada 17 Juli 2018 lalu. Sejauh ini, Kementerian Kesehatan RI masih terus mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi para jemaah yang hendak melaksanakan ibadah haji.

"Tahun ini kita sudah siapkan. Jadi memang sudah lama program kami itu, sebelum naik haji kita memeriksakan kesehatan kita," ujar Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, usai kunjungan ke Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Menkes Nila selalu mengingatkan kepada para calon jemaah haji bahwa sebelum menjalankan rukun Islam yang kelima ini, calon jemaah haji wajib memiliki pembekalan kesehatan untuk mencegah penyakit berisiko tinggi, bukan hanya meliputi penyakit fisik tapi juga penyakit mental.

"Dulu sembilan bulan, boleh dua tahun sebelumnya. Mau 10 tahun sebelumnya kalau sudah niat haji tolong dong kita jaga kesehatan," tegas Nila.


Saksikan juga video 'Pentingnya Latihan Fisik untuk Persiapan Naik Haji':

[Gambas:Video 20detik]



"Karena jelas, umumnya jemaah yang naik haji merupakan orang yang sudah tua. Kalau kesehatannya nggak dijaga, sudah tua, penyakitan tentu nggak bagus begitu sampai di sananya," lanjut Nila.

Oleh sebab itu, pemerintah kerap berusaha mendorong sekaligus mendampingi para calon jemaah haji dengan berbagai tim, antara lain ada yang namanya tim preventif promotif, ada tim gerak cepat, dan juga persiapan rumah sakit di Arab Saudi.

"Tapi kan kita nggak ngarepin rumah sakit. Kita maunya mereka sehat-sehat. Kami juga kirim obat-obatan dan sekarang ada apotik juga join antara Indonesia sama Saudi Arabia," tandas Nila.

Soal Layanan Kesehatan Jemaah Haji, Begini Update dari Menkes
(hrn/up)
News Feed