Senin, 23 Jul 2018 12:23 WIB

Menyentuh! Sebelum Meninggal, Ini Ungkapan Terakhir Bocah Pengidap Kanker

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ungkapan bocah lima tahun sebelum meninggal karena kanker. Foto: Thinkstock
Jakarta - Tak ada yang menyangka bahwa seorang bocah berusia lima tahun bisa begitu tegar menghadapi kematiannya. Ya, Garrett Matthias mengidap kanker langka yang mematikan.

Garrett harus melawan kanker Alveolar Fusion Negative Rhabdomyosarcoma stadium empat, yaitu kanker yang menyerang tulang temporal dan telinga bagian dalam, itu membuatnya tidak bisa dioperasi.

Sel kanker pun menyebar ke otak yang memicu sakit kepala dengan intensitas tinggi, hal itu menyebabkan Garrett tidak bisa berjalan atau berbicara. Ia berjuang melawan penyakitnya itu selama sembilan bulan lamanya.

Kedua orang tuanya ingin memberikan yang terbaik sebelum Garrett tiada. Emilie dan Ryan Matthias mengajak Garrett ke Kebun Binatang Nebraska di Omaha sebulan sebelum kepergiannya. Selain itu, mereka juga menyiapkan obituari (tulisan tentang kematian seseorang) yang mencakup banyak pemikiran dan ungkapan Garrett yang telah mereka tuliskan selama mereka bersamanya.

"Dia berkata, 'Mengapa pemakaman begitu sedih? Aku akan memiliki rumah yang menyenangkan di sana'," ungkap Ryan dikutip dari Independent.



Bocah itu membantu orang tuanya menulis obituarinya dengan mengungkapkan apa yang dia suka. Seperti warna biru, merah, dan hitam, karakter Batman, Thor, Hulk, dan Cyborg, serta ketidaksukaannya memakai celana panjang dan 'kanker bodoh yang kotor'.

Yang lebih menyentuh lagi, Garrett mengatakan kepada orang tuanya bahwa ia tidak suka pemakaman.

"Dia ingin orang-orang datang bersama dan merayakannya, karena dia tidak suka pemakaman. Dia pernah mengunjungi beberapa pemakaman dan semua orang sangat murung dan sedih, dan dia tidak ingin itu. Dia bilang 'Tidak, pemakamanku akan menjadi waktu yang bahagia'," tutur Ryan.

Sontak membuat haru, Emilie dan Ryan pun bermaksud untuk menjadikan momen pemakaman Garrett sebagai momen untuk mengabulkan semua yang diinginkannya.

Pada 6 Juli lalu, Garrett pun menyerah pada kankernya. Ia meninggal dunia dan pemakamannya pun ditemani rumah-rumah gantung, kerucut salju, dan karakter Batman.

"Selama waktu itu dia tidak pernah kehilangan rasa humornya dan senang menggoda para dokter dan perawat," kata ayahnya.

"Kami sangat berterima kasih kepada banyak dokter, perawat, spesialis anak, musisi, ahli terapi seni, dan sukarelawan yang bekerja tanpa lelah untuk menyembuhkan Garrett dari kankernya," tutupnya.

Sekarang, Garrett telah tenang dengan terpenuh semua keinginannya dan terbebas dari kanker yang menyiksa.




(wdw/up)