Rabu, 25 Jul 2018 16:08 WIB

Obat Hipertensi Valsartan Ditarik, Ini Dampak Buruk Pengotor NDMA

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Dampak buruk pengotor NDMA. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Obat hipertensi yang mengandung valsartan produksi Zhejiang Huahai Pharmaceuticals terkena pengotor Nitrosodimethylamine (NDMA). Hal ini membuat penarikan secara sukarela dilakukan. Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) pada awal Juli lalu mulai menarik obat tersebut, sementara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI baru-baru ini juga mengeluarkan rilis terkait hal tersebut.

Kepada detikHealth, dr Hari Nugroho dari Institute of Mental Health Addiction And Neurosience (IMAN) menjelaskan dampak buruk apabila Nitrosodimethylamine masuk ke dalam tubuh manusia.

"Efek yang terjadi kalo dalam percobaan, secara akut menyebabkan gangguan pada liver, terutama nekrosis, perdarahan. Pada eksposure jangka panjang hasil riset menunjukkan potensi karsinogenik," jelas dr Hari.


Tak hanya itu, lebih lanjut dr Hari menerangkan bila paparan NDMA dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan mutasi gen dan kerusakan kromosom.

Valsartan merupakan obat oral yang masuk dalam kategori antagonis reseptor angiotensin II. Obat dalam kategori tersebut bekerja dengan cara menghambat reseptor angiotensin yang dapat berujung pada pelebaran pembuluh darah, menurut penjelasan dari BPOM.

Karena sifatnya yang dapat melebarkan pembuluh darah valsartan sering dipakai untuk mengobati hipertensi dan gagal jantung. Kadang valsartan juga dipakai pada kasus serangan jantung untuk mengurangi risiko kematian dan waktu perawatan di rumah sakit.

(ask/up)