Sabtu, 28 Jul 2018 15:05 WIB

Komplikasi Hepatitis, Sirosis Hati Masuk 10 Besar Penyakit Boros Dana BPJS

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Komplikasi hepatitis, sirosis hati menjadi 10 besar penyakit boros dana BPJS. Foto: Thinkstock
Topik Hangat Hari Hepatitis Sedunia
Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia yang jatuh pada tiap tanggal 28 Juli, banyak pihak gencar mensosialisasikan pentingnya screening atau deteksi dini. Karena tanpa deteksi dini, hepatitis bisa menjadi akut atau kronis, misalnya mengalami komplikasi sirosis hati.

Komplikasi sirosis terjadi ketika penyakit hepatitis tidak segera ditangani. Pada kondisi ini, luka parut muncul di seluruh hati, dan kemungkinan besar bisa berlanjut menjadi kanker hati.

"Fatalitasnya kanker hati nomor dua setelah kanker paru. Sirosis termasuk dalam 10 besar penyakit yang menghabiskan pendanaan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). kalau nggak salah ada di nomor 7 atau 8," ujar dr Irsan Hasan, SpPD-KGEH, ahli penyakit dalam dari RS Cipto Mangunkusumo.


Itu saja belum termasuk cangkok hati sebagai satu-satunya pengobatan bagi komplikasi sirosis, lanjutnya. Jika cangkok hati juga dimasukkan secara resmi dalam pendanaan BPJS, dr Irsan menyebut bisa segera bangkrut karena sekali cangkok hati memakan biaya 4 miliar, tak sebanding dengan tingginya jumlah pengidap hepatitis di Indonesia.

Hepatitis yang telah mencapai kondisi sirosis biasanya ditunjukkan lewat gejala parah. Yakni seperti muntah darah, perut bengkak karena cairan di perut dan kesadaran turun. Bila tak segera ditangani, kanker akan muncul dan menjadikannya sangat sulit untuk disembuhkan.

"Karena hati ini kan pusat metabolisme. Begitu ia terganggu, semua-semuanya ikut terganggu. Hati itu uniknya sarafnya nggak ada, jadi nggak akan terasa nyeri di sini (perut). Tapi efek dampak ke yang lainnya lah yang membuat pasien itu datang (periksa ke dokter)," pungkas dr Irsan.

(frp/up)
Topik Hangat Hari Hepatitis Sedunia