Minggu, 29 Jul 2018 11:30 WIB

Tak Hanya Ibu Hamil, Para Suami Juga Harus Periksa Hepatitis B

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Pondok Pesantren di Cirebon mengalami wabah hipertensi. (Foto ilustrasi: Sudirman Wamad) Pondok Pesantren di Cirebon mengalami wabah hipertensi. (Foto ilustrasi: Sudirman Wamad)
Topik Hangat Hari Hepatitis Sedunia
Jakarta - Sebagai penyakit yang kerap tanpa gejala, hepatitis akan selalu menjadi sorotan sebagai silent killer. dr Wiendra Waworuntu, MKes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menyebutkan bahwa Indonesia memiliki beban yang tinggi terhadap penyakit hepatitis, terutama hepatitis B dan C.

Vaksinasi hepatitis B sudah menjadi program wajib bagi balita usia 1 tahun. Bahkan sejak dari hamil, sang ibu juga sudah mendapat pemeriksaan terutama bagi mereka yang sudah ketahuan positif terinfeksi virus hepatitis B (HBC).

"Kalau dari segi kuratif (mengobati) mungkin lebih bagus kita ke arah promotif. Sedangkan untuk preventif adalah bagaimana kita men-screening orang-orang dengan cepat. Kemenkes RI memberikan pemeriksaan gratis kepada ibu hamil yang terinfeksi hepatitis B, jadi tidak semua," terangnya dalam acara forum diskusi 'Peranan Uji Diagnostik dalam Memerangi Hepatitis' dengan Philips Indonesia di Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/7/2018).



Menilik dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi hepatitis B dan C di Indonesia hampir merata di semua kalangan umur. Akan tetapi, semakin tinggi usianya semakin tinggi pula jumlahnya. Dalam Riskesdas 2017, prevalensi hepatitis B mencapai 7,1 persen penduduk Indonesia.

dr Wiendra mengatakan bahwa mereka yang berada dalam kelompok tersebut merupakan kelompok yang tidak menerima intervensi HB0 (vaksinasi hepatitis B) pada bayi. Vaksinasi tersebut baru dimulai sejak tahun 2007 dan diatur dalam Permenkes No. 79.

Akan tetapi, lanjutnya, bukan semata-mata tugas dari ibu hamil saja untuk mengendalikan hepatitis B, namun para suami juga wajib. Yakni dengan memeriksakan dirinya untuk mengecek apakah virus ditularkan dari suami atau tidak, karena hepatitis B salah satunya dapat ditularkan secara horizontal misalnya lewat hubungan seksual.

"Memang nggak ada kebijakannya, tapi biasanya kami anjurkan pada pasangan suami istri. Jadi suami kena istri periksa. Bapak atau ibu kena, anak periksa. Kalau negatif harus divaksinasi karena nanti takutnya menular. Kalau bisa sebelum ke KUA udah dicek juga," tegas dr Irsan Hasan, SpPD-KGEH dari RS Cipto Mangunkusumo.

Hepatitis ada banyak jenisnya.Hepatitis ada banyak jenisnya. Foto: infografis/Nadia


(frp/up)
Topik Hangat Hari Hepatitis Sedunia