Selasa, 31 Jul 2018 14:55 WIB

Penjelasan Medis Kesemutan, Sensasi Unik Seperti Dikerubungi Ribuan Semut

Christantio Utama - detikHealth
Kesemutan mungkin dialami oleh orang yang mengalami gangguan saraf. (Foto: Thinkstock) Kesemutan mungkin dialami oleh orang yang mengalami gangguan saraf. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Bagi kamu yang memiliki pekerjaan di kantor dan yang sering menggunakan angkutan umum pasti sudah tidak asing lagi dengan kejadian kesemutan. Sesaat rasa sakit dari kesemutan ini cukup terasa mengganggu tubuh untuk bergerak.

Dalam istilah medis kesemutan dinamakan dengan Paresthesia. Tidak hanya ketika beraktivitas, tetapi kejadian ini juga bisa dirasakan ketika sedang tidur. Posisi tidur tetap yang terlalu lama menjadi salah satu penyebabnya.



Dikutip dari Healthline, mekanisme gejala kesemutan yang sementara kemungkinan terjadi akibat adanya tekanan pada saraf dan buruknya sirkulasi darah di bagian yang mengalami kesemutan. Jika sudah mengalami gejala kesemutan yang parah, bisa jadi tanda terkena kerusakan saraf. Terdapat 2 jenis kesemutan kronis secara umum yakni kesemutan radikolupati dan neuropati.

Radiokulopati adalah kesemutan yang disebabkan karena tekanan, iritasi atau radang. Jenis ini bisa terjadi karena seseorang terkena penyempitan saraf di tulang belakang, saraf terjepit dan benjolan yang menekan saraf tulang belakang. Seiring bertambahnya usia, resiko terkena radiokulupati semakin meningkat

Sedangkan Neuropati sering diidentikan dengan kerusakan saraf, penyebabnya bisa dari tekanan darah tinggi, hiperglikemia, cedera, diabetes, stroke dan masalah pada hati atau ginjal.

Terdapat beberapa pencegahan yang bisa digunakan untuk menghindari kesemutan sementara yakni dengan sering menggerakan anggota tubuh, hindari duduk atau diam terlalu lama terutama untuk bagian kaki atau tangan dan konsumsi vitamin B kompleks.

Pengobatan bagi yang mengalami kesemutan kronis harus dilakukan sesuai dengan penyebabnya, namun secara umum terdapat beberapa pengobatan yang bisa dilakukan seperti operasi, terapi fisik dan mengonsumsi obat.

(fds/fds)