Rabu, 08 Agu 2018 15:44 WIB

Mau Berhasil Diet? Atur Asupan & Olahraga Lewat Pemeriksaan Gen

Nabilla Nufianty Putri - detikHealth
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Diet bukan hanya soal menurunkan berat badan dan menghindari kegemukan, tetapi juga mencegah tubuh terserang penyakit tidak menular seperti jantung hingga diabetes.
Begitu pula dengan pengaplikasiannya. Tak hanya asal mengurangi makanan dan aktif bergerak, sebaiknya pola diet disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Spesialis Gizi Klinis, dr. Cindiawaty Pudjiadi, SpGK, MARS, MS mengungkapkan diet yang baik adalah diet yang bergizi lengkap dan seimbang serta sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing orang.



Makanan yang dikonsumsi pun harus tetap lengkap, seperti mengandung sumber karbohidrat kompleks, protein hewani dan nabati, serta sayur dan buah.

"Pola diet seseorang belum tentu cocok dengan orang lainnya karena terdapat perbedaan dalam gen yang berhubungan dengan nutrisinya. Baik dalam hal penyerapannya, metabolismenya, dan lain-lain," ujar dr Cindiawaty kepada detikHealth, Rabu (8/8/2018).

Jika ingin diet, pilih jenis diet yang tepat karena setiap orang memiliki masalah kesehatan yang berbeda. Salah satu solusinya adalah dengan memilih diet gen seperti NutrigenMe Wellness Program, program kesehatan berbasis pemeriksaan genetik.

Cara kerja diet gen dimulai dengan tes genetik. Sampel air liur akan diambil untuk kemudian dikirim ke laboratorium di Kanada demi diperiksa. Lalu hasil tes personal akan dikirim ke Indonesia dan hasilnya dibacakan oleh dokter demi membantu membuat rencana nutrisi serta olahraga.



Setelah tujuan program dan komitmen diet dibuat, dilakukanlah wellness program. Lewat program ini, dokter akan memberikan arahan terhadap makanan apa yang harus dikonsumsi dan dihindari, aktivitas fisik atau olahraga apa yang harus dilakukan, nutrisi dan suplemen apa yang harus dikonsumsi hingga penerapan manajemen stres.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemantauan hingga memberikan informasi progres. Perlu diketahui, diet Gen bisa diikuti oleh siapapun. Mulai dari anak-anak (sudah bisa meludah) maupun dewasa yang sudah mengidap penyakit maupun yang masih sehat. (mul/ega)