Rabu, 08 Agu 2018 16:15 WIB

Pelaku Perkosaan Siswi SD Masih di Bawah Umur, Seperti Apa Penanganannya?

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Penanganan pelaku di bawah umur berbeda dengan dewasa. Foto: Thinkstock Penanganan pelaku di bawah umur berbeda dengan dewasa. Foto: Thinkstock
Jakarta - Kasus perkosaan siswi yang masih duduk di sekolah dasar kelas 5 asal Tolitoli menjadi sorotan, sebab pelakunya adalah sembilan anak di bawah umur. Paling muda berusia 10 tahun sementara yang tertua berusia 14 tahun.

Mengingat umur yang masih belia, penanganan dari pelaku anak di bawah umur tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. Hal tersebut pun dijelaskan oleh Gisella Tani Pratiwi, MPsi, Psikolog Anak dan Remaja.

"Betul, saya setuju bahwa pelaku kekerasan anak memang korban dari kondisi yang ia alami. Maka memang perlu penanganan yang berbeda dengan pelaku berusia dewasa," ujar Gisella.


Penyebab perilaku dari satu pelaku dengan yang lain pun bisa berbeda kondisinya. Lebih lanjut, butuh intervensi yang berperspektif anak serta secara spesifik menyasar pada konseling pemulihan isu pribadi. Ini diharapkan juga mewujudkan perubahan perilaku sehingga anak tidak mengulanginya kembali.

"Selain kepada anak , perlu penguatan dan pembekalan kepada orangtua dan lingkungan terdekat anak agar mendukung usaha-usaha yang suportif bagi perubahan perilaku anak. Karena masalah kekerasan anak bukan hanya masalah satu orang individu, tapi merupakan masalah yg memerlukan peranan dari semua pihak," tandasnya.

(ask/up)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya