Senin, 13 Agu 2018 12:40 WIB

Hati-hati! Sembarangan Endorse Obat dan Kosmetik, Artis Bisa Didenda

Annissa Widya Davita - detikHealth
Salah satu endorsement obat pembesar payudara yang diposting oleh selebgram terkenal (Foto: Internet) Salah satu endorsement obat pembesar payudara yang diposting oleh selebgram terkenal (Foto: Internet)
Jakarta - Maraknya penjualan online obat dan kosmetik yang diunggah para artis atau selebgram melalui endorsement di media sosial mendapat perhatian BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Jualan online semacam itu akan ditertibkan lewat kampanye 'Bahaya Kosmetika Mengandung Bahan Dilarang' yang ditargetkan untuk kaum milenial.

Imbauan ini disampaikan oleh Kepala BPOM, Penny K Lukito, kepada para blogger, vlogger dan selebgram untuk lebih memperhatikan keamanan dalam penyampaian produk yang memang tidak memiliki izin edar.

"Saya mengimbau untuk para artis terutama artis endorse untuk memperhatikan dalam penyampaian. Hati-hati mereka (artis endorse) sebenarnya bisa menjadi mulut atau agensi untuk menyuarakan produk endorse yang sudah teregistrasi di BPOM, karena aman terjamin tidak mengandung bahan berbahaya," ujarnya saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (13/8/2018).


Sanksi yang kami berikan berdasarkan UU tentang kesehatan, barang siapa yang memproduksi dan mengedarkan bahkan menjual obat dan makanan tanpa izin edar akan didenda 1,5 M dan 15 tahun penjara.Penny K Lukito - Kepala BPOM

Selain itu, BPOM juga terus menyisir lokasi produksi atau penjualan obat dan kosmetik yang memang tidak memiliki izin edar dan belum terdaftar dalam BPOM.

"Kami memiliki deputi baru, yaitu deputi penindakan, di mana di dalamnya terdapat unit kerja yang khusus memantau 'cyber crime' untuk produk-produk terutama obat dan kosmetik," tambahnya.

Wilayah yang sudah teridentifikasi memproduksi obat dan kosmetik ilegal akan terus ditindaklanjuti. Salah satunya dengan memberikan sanksi pada pengedar dan produsen.

"Sanksi yang kami berikan berdasarkan UU tentang kesehatan, barang siapa yang memproduksi dan mengedarkan bahkan menjual obat dan makanan tanpa izin edar akan didenda 1,5 M (miliar rupiah) dan 15 tahun penjara," tutupnya dengan tegas.





Tonton juga 'BPOM Bongkar Gudang Kosmetik Ilegal Senilai Rp 41 M':




(up/up)
News Feed